Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Asongan KA Protes Kebijakan Baru

"KA Logawa dan Probowangi tidak boleh berhenti di Klakah, lalu kita mau jualan dimana," ujar Rumiyati

Tribun X Baca tanpa iklan

Laporan Wartawan Surya, Sri Wahyunik

TRIBUNNEWS.COM,JEMBER -  Sekitar 30-an pedagang asongan kereta api ngeluruk Stasiun Jember, Selasa (2/4/2013).

Mereka bertemu pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional 9 Jember.

Pedagang mengeluhkan kebijakan PT KAI yang diterapkan 1 April 2013. Pedagang mengeluhkan KA Logawa dan Probowangi yang tidak berhenti di Stasiun Klakah dan Rambipuji.

Kebijakan itu dinilai mengurangi pendapatan mereka. Apalagi, PT KA juga melarang mereka berjualan di dalam kereta.

"KA Logawa dan Probowangi tidak boleh berhenti di Klakah, lalu kita mau jualan dimana," ujar Rumiyati, pedagang keripik pisang dari Stasiun Klakah kepada Surya (Tribunnews.com Network).

Hal senada diungkapkan Almi, pedagang nasi bungkus di Stasiun Klakah. Karena KA Probowangi tidak berhenti di Klakah, ia bersama pedagang asongan di stasiun tersebut harus naik angkot ke Stasiun Tanggul.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kami naik angkot ke Tanggul, lalu ikut KA Tawangalun dan Sritanjung ke Klakah," ujar Almi.

Dari pantauan Surya (Tribunnews.com Network), puluhan asongan dari Klakah dan Tanggul itu tiba di Stasiun Jember menumpang KA Probowangi (Probolinggo - Banyuwangi). Mereka lesehan di dekat jalan keluar penumpang turun dari kereta.

Sejumlah perwakilan asongan bertemu manajemen PT KAI Daop 9 Jember.

Sumber: Surya
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas