Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Siswa: Sekalian Tidak Usah Ujian, Langsung Lulus Saja

Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) yang kembali ditunda Jumat (19/4/2013) pagi ini membuat kesal sejumlah siswa di SMA 1

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dewi Agustina

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Niko Ruru

TRIBUNNEWS.COM, NUNUKAN - Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) yang kembali ditunda Jumat (19/4/2013) pagi ini membuat kesal sejumlah siswa di SMA 1 Nunukan Selatan. Mereka malah meminta UN dihapuskan.

"Saya sangat kecewa, kita sudah berusaha belajar tapi nggak jadi lagi. Kalau bisa sekalian nggak usah ujian nasional karena ditunda-tunda terus. Stres gara-gara nggak konsen," ujar Dwi Jayati, siswa Kelas XII IPS 1.

Dwi mengatakan, kemarin ia mendapatkan pemberitahuan dari pihak sekolah jika UN digelar hari ini. "Kira-kira jam dua informasinya, kalau hari ini jadi ujian," ujarnya.

Rahmatia, siswi XII IPS 2 juga tak mampu menyembunyikan rasa kecewanya.

"Sekalian tidak usah ujian. Kalau begini terus lebih baik tidak usah ujian. Langsung lulus saja sudah," ujarnya.

Rahmatia mengaku sudah tidak belajar sejak ditundanya pelaksanaan UN Senin lalu.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kalau ditunda-tunda begini, bisa lupa apa yang sudah dipelajari. Soalnya kemampuan mengingat kita terbatas. Bagaimana juga, kita tidak terlalu ingat apa yang kita pelajari," ujarnya.

Sutrisno Adi, siswa Kelas XII IPA 2 mengatakan, terakhir ia mendapatkan pemberitahuan dari sekolah pada pukul 20.00 kemarin malam, jika UN digelar hari ini.

"Kalau dibilang kecewa tetap kecewa, tetapi saya berprasangka baik saja. Kalau saya pribadi, karena kami sudah tiga tahun belajar tinggal mengulas saja. Tetap konsentrasi walaupun tidak pasti jadwalnya tetapi pembelajaran di rumah tetap berjalan," ujarnya.

Kepala SMA 1 Nunukan Selatan, Husin Manu mengatakan, UN yang diundur-undur terus tentu akan mengganggu mental para siswanya.

"Mental mereka sudah anjlok. Disamping itu orang tua bertanya, kenapa sebenarnya ini? Ini bukan kesalahan sekolah dan Dinas Pendidikan Nunukan tetapi dari Jakarta yang terlambat. Saya berharap UN dihapus saja. Kita kembali ke semula seperti dulu," ujarnya.

Sumber: Tribun Kaltim
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas