Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Waria juga Menolak Kekerasan pada Perempuan dan Anak

Unjuk rasa itu diikuti puluhan waia dari komunitas waria Kuta, Ogawata. Mereka turut meneriakkan yel menolak kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Gusti Sawabi

Tribunnews.com, Denpasar - Peringatan Hari Kartini di Denpasar, Minggu (21/4/2013), disemarakkan dengan unjuk rasa Jaringan Masyarakat Peduli Anak dan Perempuan Bali. Mereka menggelar orasi dan aksi teatrikal bertemakan penghentian kekerasan terhadap anak dan perempuan di depan kompleks Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Renon, Kota Denpasar, Minggu sore.

Menariknya, unjuk rasa itu diikuti puluhan wanita pria (waria) dari komunitas waria Kuta, Ogawata. Pria rupawan itu turut meneriakkan yel menolak kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Koordinator aksi Jaringan Masyarakat Peduli Anak dan Perempuan, Yastini dari YLBHI LBH Bali, mengatakan, aksi digelar untuk memberikan pemahaman ke masyarakat tentang pentingnya penghentian segala bentuk kekerasan terhadap anak dan perempuan. "Kami ingin memberikan penyadaran bahwa kekerasan dan diskriminasi itu masih terjadi dan kekerasan itu harus dihentikan," kata Yastini.

Aktivis Ogawata Jovan menambahkan, mereka dari kalangan waria tergugah dan mau terlibat aksi karena merasa peduli terhadap anak dan perempuan. Selain itu, menurut Jovan, mereka juga perlu memberi pemahaman ke masyarakat bahwa waria juga rentan mengalami diskriminasi dan kekerasan. "Kami ingin kekerasan itu distop," ujar Jovan di sela-sela unjuk rasa.

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Kompas.com
Tags:
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas