Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Mayday, Buruh Jatim ‘Mengadu’ ke Makam Gus Dur

Korwil Jatim berziarah di makam mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Ponpes Tebuireng, Jombang,

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Budi Prasetyo

TRIBUNNEWS.COM , JOMBANG-Memperingat hari buruh internasional (Mayday), belasan aktivis Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera (K-SBSI) Korwil Jatim berziarah di makam mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Ponpes Tebuireng, Jombang, Rabu (1/5/2013) sore.
   
Selain berdoa untuk arwah tokoh pluralisme Gus Dur, para aktivis K-SBSI juga ‘mengadukan’ nasib buruh di tanah air yang tetap saja termarjinalkan.
   
Belasan aktivis K-SBSI Jatim tiba di Ponpes Tebuireng dengan enam mobil, dipimpin Koordinator K-SBSI Jatim Ahmad Shoim. Begitu tiba sekitar pukul 15.45 WIB, mereka disambut pengurus pondok, KH Irfan Yusuf dan KH Fahmi Hadziq.
   
Selanjutnya rombongan menuju ke pendopo tempat khusus untuk berdoa, sekitar 1,5 meter jaraknya dari pusara Gus Dur dan KH Hasyim Asyari, pendiri NU yang juga kakek Gus Dur.
   
Tak menunggu lama, belasan aktivis, termasuk aktivis LSM Ahimsa Jakarta, Luluk Hamida, bersimpuh menghadap pusara makam dan berdoa bersama, dipimpin KH Fahmi Hadziq.
   
Usai berdoa, Koordinator K-SBSI Jatim Ahmad Shoim mengungkapkan, mereka datang ke makam Gus Dur karena selain mantan presiden, Gus Dur termasuk pendiri SBSI bersama Mohtar Pakpahan.
   
“Gus Dur pula yang berjasa mengeluarkan Mohtar Pakpahan dari tahanan pada 1992,” kata Shoim. Itu sebab, selain mendoakan Gus Dur, juga agar mereka mendapat tambahan spirit dari perjuangan Gus Dur.
   
“Kami juga mengadu, karena setelah Gus Dur tiada, nasib buruh kembali termarjinalkan. Kami berdoa di sini dengan harapan lebih didengar Tuhan dan perjuangan kaum buruh untuk mendapat kehidupan lebih baik bisa tercapai,” kata Shoim.
      
Sekitar pukul 16.15 WIB rombongan K-SBSI serta Luluk Hamida buru-buru meninggalkan kompleks Ponpes Tebuireng guna meneruskan perjalanan menuju Sukomoro, Nganjuk, untuk berziarah ke makam tokoh buruh Marsinah.
      
“Kami juga hendak menengok pembangunan patung Marsinah yang baru dimulai Senin lalu. Dari patung ini kami berharap kelak bisa berkembang menjadi monumen perjuangan buruh,” imbuh Luluk Hamida yang juga Wakil Sekjen DPP PKB.

Sumber: Surya
Tags:
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas