Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Larang Penguatan Tanggul, Empat Korban Lumpur Lapindo Diamankan

Sejumlah korban lumpur Lapindo berunjuk rasa di tanggul lumpur titik 22 Desa Jatirejo

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Budi Prasetyo

TRIBUNNEWW.COM , SIDOARJO – Sejumlah korban lumpur Lapindo berunjuk rasa di tanggul lumpur titik 22 Desa Jatirejo, Rabu (15/4/2013), menentang kegiatan Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) yang hendak memperkuat tanggul.

Aksi mereka mendapat perlawanan dari pihak kepolisian yang menjaga tanggul, Rabu (15/4/2013).

Empat warga yang terlibat demo diamankan dan dibawa ke Polres Sidoarjo untuk dimintai keterangan.

Mereka dianggap berusaha menghalang-halangi mesin eskavator yang menaikkan lumpur ke bibir tanggul untuk aliran lumpur.

Keempat warga masing-masing Budi, Agus, Husni Thamrin dan Suwono langsung digelandang polisi.

Warga nekat berbuat seperti itu karena BPLS dinilai mengingkari janjinya untuk tidak melakukan aktifitas sebelum adanya pelunasan ganti rugi. Pasalnya, selama ini korban yang ada di wilayah  peta area terdampak belum dibayar lunas oleh Lapindo Brantas Inc.

“BPLS mengingkari janjinya, kami tidak terima dengan perlakukan ini, kami bukan teroris kenapa 4 warga kami ditangkap” kata Nur Ali salah satu korban lumpur.

Rekomendasi Untuk Anda

Melihat temannya diamankan polisi, korban lumpur yang sudah emosi berusaha menjebol tanggul yang beberapa waktu lalu ditutup petugas. Namun aksi itu berhasil dicegah petugas yang ada di lokasi.

Melihat kondisi yang demikian, Polres Sidoarjo yang sudah mengurangi jumlah personel untuk pengamanan tanggul langsung bergerak.

Sekitar 100 petugas berjaga di titik 22 untuk mengawasi eskavator yang tengah menaikkan lumpur untuk penguatan tanggul.

Sumber: Surya
Tags:
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas