Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Polisi Periksa Perebut Tongkat Khatib di Nagan

Aparat kepolisian di Nagan Raya mulai memeriksa H IB beserta dua anaknya, Ar dan Ir, warga Desa Keudee Seumot

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dewi Agustina

TRIBUNNEWS.COM, SUKA MAKMUE - Aparat kepolisian di Nagan Raya mulai memeriksa H IB beserta dua anaknya, Ar dan Ir, warga Desa Keudee Seumot, Ulee Jalan, Kecamatan Beutong, Kabupaten Nagan Raya.

Mereka diperiksa terkait kasus perampasan tongkat khatib dan upaya penggagalan azan pertama saat hendak berlangsungnya salat Jumat di Masjid Baitul Qudus wilayah itu, Jumat (17/5/2013) lalu.

Polisi juga memanggil imam masjid tersebut, Tgk H Ramli Adam, muazin (bilal) Tgk Ali Hasyimi, dan ketua remaja masjid Tgk Edi, untuk dimintai keterangan.

"Pelaku dipanggil untuk memastikan penyebab kejadian yang sebenarnya. Soalnya, kasus ini telah menyebabkan keresahan di kalangan masyarakat," kata Kapolres Nagan Raya, AKBP Gunawan Eko Susilo SIK menjawab Serambi (Tribunnews.com Network), Minggu (19/5/2013) di Suka Makmue.

Menurutnya, dalam pemeriksaan yang dilakukan polisi di Mapolsek Beutong, para pelaku menjelaskan duduk perkara mengapa tindakan itu mereka lakukan. Para pengurus masjid yang dimintai keterangan juga sudah menjelaskan bagaimana duduk persoalan yang sebenarnya.

"Intinya, pemanggilan yang kita lakukan ini adalah untuk meluruskan masalahnya saja," tambahnya.

Menurut Kapolres Gunawan, berdasarkan hasil penyelidikan sementara yang dilakukan kepolisian di Nagan Raya disimpulkan bahwa dalam kasus ini belum ditemukan adanya indikasi tindak pidana.

Rekomendasi Untuk Anda

Begitupun, pihak kepolisian masih menunggu hasil musyawarah yang akan dilaksanakan antara pihak muspika, aparat desa, pengurus masjid, dan masyarakat serta pelaku untuk menuntaskan masalah ini, Senin (20/5/2013) pagi di Kompleks Masjid Baitul Qudus, Desa Keudee Seumot, Ulee Jalan, Kecamatan Beutong.

Namun, apabila nantinya dalam kasus ini ditemukan ada indikasi tindak pidana, maka pihak kepolisian tetap akan mengambil tindakan sesuai hukum.

"Kita masih memberikan kesempatan kepada pelaku dan masyarakat untuk menyelesaikan persoalan ini secara musyawarah, apalagi kasus ini juga sudah ditangani MPU," terangnya.

Kapolres Gunawan Eko Susilo menambahkan, sejak hari pertama kejadian hingga kemarin pihaknya sudah menyebarkan sejumlah polisi berpakaian preman ke Desa Keudee Seumot, Ulee Jalan, untuk memantau situasi dan perkembangan di wilayah ini sekaligus memastikan kondisi keamanan di tengah masyarakat setempat terkendali.

"Alhamdulillah, kondisi di kalangan masyarakat masih kondusif. Namun riak-riak kecil ini harus kita redam," katanya.

Gunawan juga mengaku pihak kepolisian akan menambah pasukan untuk mengamankan jalannya musyawarah yang berlangsung di kompleks Masjid Baitul Qudus, Ulee Jalan, Kecamatan Beutong hari ini.

"Personel polisi yang akan kita tempatkan ini termasuk yang dikerahkan dari Mapolsek Seunagan Timur, Seunagan, serta pasukan dari mapolres apabila situasinya memanas," ujarnya. (edi)

Tags:
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas