Rampok di Cicalengka Pakai Senapan Serbu
Kawanan perampok bersenjata api kembali beraksi. Kali ini, gudang distributor kacang kedelai di Kampung Kacakaca
Editor:
Hendra Gunawan
TRIBUNMEWS.COM, BANDUNG - Kawanan perampok bersenjata api kembali beraksi. Kali ini, gudang distributor kacang kedelai di Kampung Kacakaca, RT 1/4, Desa Cicalengka Wetan, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, yang menjadi sasaran. Mereka membawa kabur uang tunai lebih dari Rp 700 juta lebih, dan sejumlah barang berharga.
Bayu Bratakusuma (33), saudara dari pemilik gudang, Minggu (19/5/2013) mengatakan, gudang tersebut merupakan milik Dandan Hermawan (35). Perampokan terjadi pada Sabtu (18/5/2013), sekitar pukul 22.53.
Kawanan rampok itu berjumlah sekitar tujuh orang.
Kawanan itu, ujarnya masuk ke gudang secara bersamaan. Dua orang perampok itu langsung menodongkan senjata api laras panjang dan pistol kepada saudaranya. Mereka pun kemudian mengikat Dandan dan Gatot (22), salah seorang karyawan.
Para perampok ini, lanjut dia, juga melukai wajah Gatot menggunakan gagang senjata api laras panjang. Bahkan, mereka juga menindih Gatot dengan timbangan. Akibatnya, Gatot harus dirawat di RSUD Cicalengka.
Kawanan rampok juga melukai seorang pembantu rumah tangga yang berada di lantai dua. Pembantu ini juga dilarikan ke rumah sakit karena terluka akibat hantaman gagang senjata.
"Saya lihat di rekaman CCTV, mulanya ada mobil Avanza warna silver berhenti di depan gerbang gudang yang masih terbuka. Kemudian dua orang turun, ngajak ngobrol Gatot yang lagi istirahat di luar ruko. Nggak lama setelah ngobrol, ada beberapa orang lagi yang turun dan langsung menodongkan senjata ke Gatot," ujar Bayu saat dihubungi melalui pesawat telepon, kemarin.
Kawanan ini, lanjut dia, langsung menggiring Gatot untuk masuk ke gudang. Setelah mereka masuk, datang satu mobil Toyota Kijang warna coklat. Orang yang ada di dalam mobil itu juga masuk ke dalam gudang.
"Yang terlihat di rekaman sih ada tujuh orang yang masuk ke gudang. Sebagian nunggu di mobil dan menjaga keadaan di luar gudang," katanya.
Selain menggasak uang tunai Rp 700 juta, kawanan juga mengambil barang lain yaitu empat buah handphone, satu laptop dan satu iPhnone.
"Perampok itu dengan mudah mengambil uang yang ada di meja kerja. Waktu kejadian gudang juga belum tutup. Dandan waktu itu memang lagi menghitung uang hasil penjualan hari itu," tambahnya.
Kapolsek Cicalengka, Kompol Kusnadi, mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan. "Kami sudah melakukan olah TKP. Semoga saja dengan adanya rekaman di CCTV, bisa mempermudah untuk mengungkap kawanan rampok ini," ujarnya.
Hanya 10 Menit
Dari rekaman CCTV terlihat, aksi perampokan distributor kacang kedelai di Kampung Kacakaca, Desa Cicalengka Wetan ini hanya berlangsung sekitar 10 menit. Dari rekaman CCTV juga terlihat bahwa tiga dari tujuh perampok yang terekam memiliki badan tegap. Rambut mereka terlihat cepak.
Dua pelaku lainnya yang juga terekam terlihat sedang memegang senjata laras panjang jenis SS 1 dan pistol FN. Satu orang lainnya yang berambut gondrong memegang samurai. Sedangkan dua lainnya masing-masing menggunakan topi hitam dan sa dan jaket berkupluk. Senapan SS1 adalah jenis senapan serbu yang biasa digunakan oleh kelompok elit militer.
Wajah ketujuh orang itu terlihat jelas dalam rekaman tersebut. Bayu Bratakusuma, saudara dari pemilik gudang, mengaku baru mengetahui gudang tersebut dirampok saat Dandan dan karyawannya, keluar dari gudang dalam keadaan tangan dan kaki terikat. Mereka langsung berteriak meminta tolong. Warga pun langsung menghampiri dan menolong keduanya.(aa)