Inflasi Diprediksi Masih Rendah
TPID DIY mempredikasi, bulan Mei ini Indeks Harga Konsumen (IHK) akan bergerak pada angka -0,5 persen hingga 0,35 persen.
Editor:
Budi Prasetyo
TRIBUNNEWS.COM YOGYA, - Perkembangan harga-harga di Kota Yogyakarta pada bulan Mei 2013 yang relatif stabil membuat inflasi diprediksi akan terkendali. Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIY mempredikasi, bulan Mei ini Indeks Harga Konsumen (IHK) akan bergerak pada angka -0,5 persen hingga 0,35 persen.
Ketua Tim Teknis TPID DIY, Djoko Raharto mengatakan, rendahnya inflasi ini dipicu oleh harga-harga di kelompok bahan makanan, terutama komoditas-komoditas yang memiliki bobot inflasi cukup besar, seperti beras cukup stabil. "Bahkan bawang merah dan bawang putih, yang dalam dua bulan lalu harganya bergejolak, pada bulan ini turun cukup signifikan dan mampu meng-offset kenaikan harga pada beberapa komoditas bahan makanan yang lain," ujarnya pada Selasa (21/5).
Pada kelompok makanan jadi, minuman, tokok dan tembakau, lanjutnya, terdapat beberapa komoditas yang mengalami sedikit kenaikan harga, antara lain soto, rokok kretek dan rokok filter. Sementara itu, harga gula pasir sedikit mengalami peningkatan karena mundurnya musim giling pada pabrik gula, terutama di Jawa Timur.
"Pada bulan-bulan mendatang ada keyakinan bahwa harga gula akan stabil atau bahkan turun sejalan dengan dimulainya musim giling dan di sisi lain harga gula internasional sekarang berada pada posisi yang cukup rendah," paparnya.
Komoditas lain yang menahan laju inflasi adalah emas. Harga emas perhiasan yang memiliki bobot inflasi cukup besar cenderung turun sejalan dengan penurunan harga emas dunia.
Terkait dengan komoditas beras, harga beras masih relatif stabil sejalan dengan panen yang masih berlangsung. Saat ini pengadaan beras oleh Bulog masih cukup tinggi, walaupun sedikit menurun karena sebagian panen kadar airnya masih cukup tinggi. Stok beras Bulog saat ini mencapai 22.801 ton, mencukupi kebutuhan penyaluran raskin sampai dengan bulan Oktober.
Selanjutnya, terkait dengan stok BBM dan LPG, Pertamina sudah memeberikan jaminan untuk melepas kuota baik BBM bersubsidi maupun LPG 3 kg. Solar yang pasokannya sempat diatur, maka pada saat ini sudah lancar dan tidak terdapat antrian. Hal ini, cukup positif di dalam mendukung kelancaran dan peningkatan arus barang. Sedangkan untuk LPG, di wilayah DIY, Pertamina sudah menambah pasokan sebanyak 73.000 tangki LPG 3 kg dan tidak mengkaitkan pasokan dengan kuota.
Lebih lanjut ia menjelaskan, memasuki liburan anak sekolah pada bulan Juni mendatang, TPID menghimbau agar masyarakat tetap berkonsumsi dengan normal. "Pedagang juga diminta agar dalam mencari keuntungan tetap dalam batas-batas yang wajar dan tetap mengedepankan agar harga-harga stabil," imbuhnya. (gya)