Warga Kampung Godog Trauma
Sebanyak 20 rumah di Kampung Godog, Desa Pangauban, Kecamatan Cisurupan, diterjang banjir bandang
Editor:
Hendra Gunawan
TRIBUNNEWS.COM, GARUT - Sebanyak 20 rumah di Kampung Godog, Desa Pangauban, Kecamatan Cisurupan, diterjang banjir bandang, Minggu (19/5/2013). Walaupun tidak menimbulkan korban jiwa, empat rumah di antaranya rusak berat, 16 rumah rusak ringan, dan jalan desa tertutup lumpur, batu-batu besar, dan bongkahan kayu.
Warga yang rumahnya rusak berat akibat banjir bandang, Nur (25), mengatakan Sungai Godog mulai berarus deras pukul 19.00. Kemudian arusnya tiba-tiba mengecil. Merasa resah dengan kondisi sungai yang aneh, Nur mengajak suaminya, Jajang (28), dan anaknya, Nela (7), untuk pergi ke rumah ibunya.
"Tiba-tiba ada suara seperti deburan ombak sangat kencang. Waktu itu saya dan keluarga baru keluar halaman rumah. Saya melihat air sungai menghantam rumah saya dan rumah warga lainnya. Semua keluar rumah, menjerit dan bertakbir," kata Nur saat ditemui Tribun di rumah ibunya, Senin (20/5/2013).
Nur pun berlari bersama warga lainnya menjauhi sungai. Menurut Nur, arus sungai tersebut membawa banyak bongkahan kayu dan batu-batu besar. Nur merasa sangat trauma dan belum bisa melihat kondisi rumahnya setelah diterjang banjir bandang.
Nur mengatakan tidak sempat menyelamatkan satupun barang dari rumahnya. Sebab, saat berlari menghindari sungai, dia dan keluarganya hanya membawa baju yang dikenakannya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Zatzat Munazat, mengatakan telah menerjunkan tim ke lokasi kejadian untuk menanggulangi bencana tersebut. Sungai itu, ujarnya, tidak bisa menampung air yang kala itu melimpah karena telah diguyur hujan.
"Akhirnya meluap ke perumahan. Kami sudah berkoordinasi dengan dinas teknis seperti Dinas Sumber Daya Air dan Pertambangan serta Dinas Sosial Kabupaten Garut. Logistik berupa sembako sudah diserahkan kepada korban yang mengungsi," ujarnya. (sam)