Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Harina Pernah Dipelet Sampai Muntah Darah

Beberapa petugas wanita pun mencoba menenangkan Harina, dan akhirnya rekonstruksi kembali bisa dilanjutkan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dewi Agustina

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Rafan A Dwinanto

TRIBUNNEWS.COM, SAMARINDA - Polresta Samarinda menggelar rekonstruksi kasus tewasnya MA yang awalnya diduga menjadi korban pengobatan spiritual. Rekonstruksi tersebut diperankan kedua tersangka yakni Harina, yang merupakan ibu korban, dan H Andi, sebagai tokoh spiritual dalam peristiwa tersebut.

Rekonstruksi yang digelar di aula Mapolresta Samarinda, Kamis (23/5/2013) ini sempat terhenti. Lantaran, Harina pingsan saat akan memerankan adegan ke tujuh. Sebelum pingsan, Harina sempat mengamuk dan menendang H Andi. Saat mengamuk tersebut, Harina menyebut H Andi sebagai orang berilmu hitam yang menewaskan anaknya.

"Dia (H Andi) pembunuhnya. Dia punya ilmu hitam. Aku pernah dipeletnya sampai muntah darah," teriak Harina sambil berupaya menendang H Andi.

Beberapa petugas wanita pun mencoba menenangkan Harina, dan akhirnya rekonstruksi kembali bisa dilanjutkan. Namun, menjelang adegan terakhir, Harina yang kala itu berperan tengah mengantar MA ke RS Haji Darjat kembali jatuh lemas.

Dalam rekonstruksi 12 adegan tersebut, terlihat MA tewas akibat tertusuk sendok, dan cekikan. Saat itu, Harina dibantu H Andi berupaya melepas jarinya dari gigitan MA menggunakan sendok. Malangnya, sendok yang sejatinya akan digunakan mencongkel mulut MA, justru ditusukkan keduanya hingga melukai tenggorokan bocah berusia empat tahun tersebut.

"Seperti ada dorongan yang dahsyat saat itu," kata Harina sambil mencontohkan saat ia dan H Andi memasukkan sendok ke mulut MA yang diperankan boneka.

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Tribun Kaltim
Tags:
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas