Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Warga Resah Ada Mayat Timbul

Puluhan warga yang bekerja di PT Pioner dan PT Borneo Pasturi Industri heboh.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sanusi

Laporan wartawan Tribun Pontianak, Subandi

TRIBUNNEWS.COM, PONTIANAK - Puluhan warga yang bekerja di PT Pioner dan PT Borneo Pasturi Industri heboh. Lantaran di dekat tempat kerja mereka ada mayat timbul. Tepatnya di Pemakaman Muslim Gang Sosial Jl Adisucipto, Pontianak Tenggara.

"Kita tahu mayat itu timbul sekitar pukul 17.00 WIB," Kata Securiti PT Pioner, Rusli (48) kepada Tribun di lokasi kejadian, Sabtu (25/5) malam.

Ia menjelaskan sebenarnya bau mayat tersebut sudah tercium sejak dua hari lalu. Namun ia tidak menyangka jika bau tersebut berasal dari mayat yang diduga timbul ke permukaan akibat timbul oleh air pasang.

"Baru tadi kita lihat saat kita duduk baunya semakin menyengat," ujar warga Gang Nusa Karya no 4 Jl Parit Mayor.

Ia menduga mayat tersebut bernama santi, seorang muallaf warga Kabupaten Sintang. Yang dikebumikan pihak RSUD Soedarso lantaran meninggal setelah dirawat. "Sepengetahuan saya mayat tersebut dikebumikan sejak seminggu tiga hari yang lalu," tuturnya.

Ia berharap kejadian serupa tidak terulang sebab sangat membuat resah warga. Apalagi sebelumnya kejadian serupa juga pernah terjadi. "Dulu sekitar empat tahun ada potongan kaki bekas diamputasi juga keluar. Kemudian mayat non muslim dibongkar kembali, semuanya ditanam oleh pihak RSUD Soedarso," paparnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Bunyamin (30) Gang 822 Jl Adisucipto KKR Karyawan PT Borneo Pasturi Industri juga menyayangkan lambannya petugas dalam penangannya. Ia sudah memberitahu pihak Sudarso sekitar pukul 19.00 tapi higga pukul 20.00 belum juga datang.

"Mereka pasti menanamnya asal-asalan tidak dalam. Paling tidak kuburan di sini harus dua meter. Apalagi di sini kondisinya berair, air pasang hampir tiap hari" ujarnya.

Pengurus Makam Muslimin, Zainuddin (55) menegaskan memang pihak RSUD Soedarso tidak ada melapor ke pihaknya saat pemakaman. Sehingga ia menyayangkan hal tersebut terjadi. Menurutnya pihak RSUD Soedarso sehaurnya melaporkan tiap pemakam yang dilakukan.

"Kalau ada laporan pasti kita pantau proses pemakamannya," ungkap warga Gang Sosial no 21 Jl Adisucipto kepada Tribun saat di wawancarai dilokasi kejadian.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas