Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Abdul Kurnia Bawa Senapan Serbu di Polonia

Petugas keamanan Bandara Polonia Medan mengamankan Muhammad Abdul Kurnia saat akan terbang menuju

Abdul Kurnia Bawa Senapan Serbu di Polonia
net
Senapan Serbu

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN -- Petugas keamanan Bandara Polonia Medan mengamankan Muhammad Abdul Kurnia saat akan terbang menuju Semarang, Rabu (5/6/2013) pagi.

Pria berperawakan agak kurus yang mengenakan baju koko putih hitam ini langsung digelandang ke Mapolres Medan untuk dilakukan penyelidikan.

Pria yang diketahui beralamat di Kali Tengah, Kecamatan Pancur, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah ini kedapatan membawa 20 butir peluru dan senapan serbu SS1. Dugaan sementara Abdul Kurnia merupakan anggota jaringan terorisme yang sedang bepergian.

Namun Kompol Yoris Marzuki Kasat Reskrim Polresta Medan buru-buru membantah isu tersebut. "Jangan cepat-cepat dulu lah mengambil kesimpulan ia (Abdul Kurnia, red) dari jaringan terorisme. Saat ini masih dalam penyelidikan kok. Kita tunggu saja hasilnya," ujarnya saat dihubungi Tribun.

Saat diboyong ke Mapolresta Medan, Abdul Kurnia menunjukkan sikap yang tenang dan tidak gelisah karena telah membawa alat persenjataan.

Namun setelah pemeriksaan Abdul Kurnia, Mapolresta Medan berubah drastis jadi tertutup. Kontras sebelumnya yang selalu memberikan informasi terkait tindakan kasus kriminal. Para awak media pun tidak diizinkan untuk mengambil peliputan. "Maaf pak ya, saat ini sedang diselidiki dulu ya," ujar seorang anggota polisi tersebut.

Abdul Kurnia diamankan saat akan boarding di Terminal Keberangkatan Domestik Bandara Polonia sekitar pukul  05.15 WIB. Dia rencananya terbang dengan pesawat Lion Air nomor   JT 211 tujuan Semarang.

Petugas langsung mengamankan Abdul Kurnia begitu mendapati benda yang diduga magazin berisi peluru saat tasnya melintasi mesin X Ray. Selain peluru, dari tas Abdul Kurnia juga didapati pakaian loreng dari dalam tas. Di tubuhnya juga didapati benda yang diduga jimat.

Setelah diamankan, Abdul Kurnia dibawa ke Pos Polisi Bandara Polonia Medan. Saat diperiksa, ia sempat mengaku sebagai personel TNI. Namun tidak bisa menunjukkan kartu anggota, bahkan tidak pula KTP.

Belakang dia diketahui bukan tentara. "Ternyata keponakannya yang anggota tugas di Aceh," kata Aiptu Saut Sihombing, Kepala Pos Polisi Bandara Polisi Bandara Polonia Medan.

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Medan
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas