Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Jengkol di Makassar Rp 3.500 per Biji

Kelangkaan jengkol di pulau Jawa membuat harga melambung tinggi hingga melampaui harga daging.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Gusti Sawabi

Tribunnews.com, Makassar - Kelangkaan jengkol di pulau Jawa membuat harga melambung tinggi hingga melampaui harga daging. Namun krisis jengkol tidak mempengaruhi Sulawesi Selatan, terutama di Kota Makassar.

Masyarakat di Sulawesi Selatan, terutama di Kota Makassar memang tidak doyan makan jengkol. Itulah sebabnya, krisis jengkol tidak berpengaruh kepada masyarakat kota Daeng ini. Dengan begitu, para pedagang di pasar-pasar tradisional jarang menjajakan jengkol.

"Pasaran jengkol di Makassar susah, soalnya masyarakat sini tidak senang makan gituan. Jadi sepi penjualan. Makanya tidak ada pedagang mau jual jengkol, karena merugi barang dagangannya tak laku," kata Nia, salah satu pedagang sayuran di pasar tradisional Terong, Makassar kepada Kompas.com, Rabu (5/6/2013).

Demikian pula dengan sejumlah pasar tradional di kota Makassar seperti pasar Karuwisi, pasar Barabaraya, pasar Tamamaung, pasar Pa'baeng-baeng tidak ada pedagang yang berjualan jengkol.

Jengkol bisa ditemukan di swalayan besar di Kota Makassar seperti Hypermart. Di Hypermart, jengkol dijual 7 biji atau seberat 1 ons seharga Rp 25.000, atau sekitar Rp 3.500 per biji. Itu pun saat ini stoknya sedang kosong.

"Biasanya ada pak, tapi jengkolnya lagi kosong. Biasanya kalau barangnya ada dijual Rp 25 ribu per onsnya. Stok jengkol memang sedikit dijual di Hypermart Makassar, karena kurang peminatnya," tandas Arisandi, salah satu karyawan Hypermart.

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Kompas.com
Tags:
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas