Warnet Diduga Berperan Dongkrak Kasus Pelecehan Seksual
JPPA akan terus mengupayakan agar dibuat UU tentang pembatasan warnet dan pengaturannya.
Editor: Fajar Anjungroso
TRIBUNNEWS.COM, KUDUS – Dari Januari sampai Juni tahun ini, tercatat ada tujuh kasus pelecehan seksual di kalangan pelajar di Kudus. Data tersebut berdasarkan data dari Jaringan Perlindungan Perempuan dan Anak (JPPA) Kudus.
Ketua JPPA Kudus, Nor Hani'ah mengatakan, banyaknya kasus pelecehan seksual dipengaruhi merebaknya tempat-tempat yang bisa dijadikan untuk berpacaran, seperti warnet.
Peranan warnet dalam kasus ini cukup besar. Umumnya, kasus pelecehan seksual dialami oleh para pelajar yang masih labil emosinya dan kecanduan internet.
"Mereka mencari tempat yang aman dan murah, ya seperti warnet. Justru warnet itu yang menjadi penyebab meningkatnya kasus pelecehan seksual," katanya kepada Tribun Jateng, Rabu (19/6/2013).
Ke depan, JPPA akan terus mengupayakan agar dibuat UU tentang pembatasan warnet dan pengaturannya. Hal itu agar warnet tidak disalah fungsikan sebagai tempat mesum.