Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

DPRD Bangkalan Tanda Tangan Menolak Kenaikan BBM

"Kami menerima dan sepakat dengan tuntutan mahasiswa yang menolak kenaikan harga BBM," tutur Munawwar Cholil,

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Laporan Wartawan Surya,Ahmad Faisol

TRIBUNNEWS.COM,BANGKALAN - 12 anggota DPRD Bangkalan membubuhkan tanda tangan menolak kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM), saat terjadi aksi unjuk rasa yang dilakukan Aliansi Badan Eksekutif Keluarga Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (BEM KM-UTM), Kamis (20/6/2013).

Para anggota dewan itu adalah Munawwar Cholil, Syafiudin Asmoro, Siti Fatonah, Mahmudi, Abd Rofik, Sumambri, Moh Idris, H Fatkhurrahman, Mujiburrohman, Muhdor, Solihin, dan Nurhasan.

"Kami menerima dan sepakat dengan tuntutan mahasiswa yang menolak kenaikan harga BBM," tutur Munawwar Cholil, politisi Partai Persatuan Pembangunan yang menjabat Wakil Ketua DPRD Bangkalan, Kamis (20/6/2013).

Hal senada diungkapkan Ketua Komisi A Syafiudin Asmoro. Politisi asal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu juga menolak kenaikan harga BBM.

"Menolak apa yang menjadi kesepakatan di DPR RI terkait kenaikan BBM. Silahkan konsolidasi antar mahasiswa. Lahir batin saya mendukung," tegasnya.

Muhdor, anggota Komisi B asal Partai Demokrat juga menyatakan menolak dan mendukung aksi mahasiswa. "Saya menolak kenaikan harga BBM," singkatnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Usai satu persatu memberikan pernyataan, para wakil rakyat itu membubuhkan tanda tangan yang sudah di sediakan mahasiswa di tengah Jalan Soekarno - Hatta, depan Kantor DPRD Bangkalan.

Sebelumnya, mahasiswa memblokir Jalan Soekarno - Hatta sambil menunggu anggota dewan keluar. Bahkan, Presiden Mahasiswa UTM Samsuki masuk ke halaman kantor dewan menjemput para anggota dewan.

"Tolong keluar anggota dewan. Jangan hanya duduk di dalam. Saya ingin DPRD Bangkalan secara resmi menolak kenaikan BBM," tegas Samsuki.

Usai para dewan membubuhkan tanda tangan, massa BEM KM-UTM bergeser ke Kantor Pemkab Bangkalan sambil membentangkan spanduk bertuliskan 'SBY-Boediono Gagal, BBM Naik Koruptor Merajalela, Rakyat Sengsara', 'Tolak Liberalisme Migas, Pemerintah Sudah Khianati UUD 1945'.

Di kantor pemkab, mereka memasuki kantor pemkab mencari keberadaan bupati kendati Wabup Mondir Rofii menjelaskan bupati tidak ada di tempat.

"Secara pribadi saya menolak kenaikan harga BBM," ujar Mondir Rofii sebelum membubuhkan penandatanganan penolakan BBM.

Sumber: Surya
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas