Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Tak Penting Nonton Noah, yang Penting Dapat Duitnya

Banyak cerita menarik dari konser Noah di Muara Bungo, Jambi, Rabu (19/6/2013) malam.

Tayang:
Baca & Ambil Poin

TRIBUNNEWS.COM, JAMBI - Banyak cerita menarik dari konser Noah di Muara Bungo, Jambi, Rabu (19/6/2013) malam.

Mulai dari halaman GOR Serunai yang disulap dan dipenuhi ribuan sepeda motor, aparat yang bekerja ekstra keras, gadis-gadis merayu panitia minta `diselundupkan', hingga calo tiket yang beraksi mengejar calon penonton.

Menjelang malam, suasana Kota Muara Bungo terasa beda. Meski biasanya tak bisa dibilang sepi, namun pada Rabu malam, jalanan terlihat jauh lebih ramai.

Sebelum pukul 20.00 WIB, sebagian besar kendaraan mengarah ke GOR Serunai, lokasi digelarnya konser Noah.

Tak heran jika halaman stadion yang posisinya di bawah GOR, terlihat penuh sesak oleh ribuan sepeda motor.

Beberapa `petugas' parkir dadakan terlihat sibuk mengatur parkir. Tak gratis tentunya, untuk satu sepeda motor mesti membayar Rp 5.000, dan diberi sepotong kartu parkir yang juga `dadakan'.

Halaman GOR tempat konser digelar, terlihat ditutup rapat dengan dinding besi. Dengan ketinggian hampir tiga meter, cukup sulit untuk orang nekat sekalipun menerobosnya. Apalagi, aparat dan panitia berjaga-jaga di hampir setiap sudut.

Rekomendasi Untuk Anda

Suasana yang terasa paling sesak adalah di depan pintu masuk. Menjelang pukul 20.00 WIB, ribuan orang saling berdesakan untuk masuk ke dalam lokasi konser.

Meski sudah dibuat beberapa jalur dengan pagar besi sebagai pembatasnya, tetap saja penonton berdesakan dan saling tak mau mengalah.

Polisi dan TNI mesti bekerja ekstra keras melakukan pengamanan. Setiap penumpang yang masuk diperiksa satu per satu. Begitu juga dengan tiket, harus ditunjukkan untuk bisa menembus ketatnya pengamanan.

Tribun Jambi (Tribun Network) memilih memantau dari jarak sekitar lima meter pintu masuk. Sampai kemudian menemukan sesuatu yang menarik.

Beberapa orang, pria dan wanita, berlarian ke sana ke mari sembari menawarkan sesuatu, yakni tiket.

"Tiga lima (Rp 35.000) saja bang. Tinggal sedikit lagi, kalau telat nanti abang tak bisa masuk, kan rugi sendiri," ujar seorang calo menawarkan beberapa lembar tiket kepada calon penumpang.

Hal serupa juga dilakukan oleh rekan-rekannya. Melihat waktu tampilnya Noah semakin dekat, rupanya membuat mereka seperti dikejar-kejar. Khawatir tiketnya tak habis terjual, akhirnya mereka saling banting-bantingan harga.

Ditemui saat tiket di tangannya sudah habis, Hotma, seorang calo mengatakan, sebelumnya ia memborong 150 tiket. Sejak Rabu siang ia sudah mulai menjualnya di beberapa titik di Muara Bungo.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas