Penerima BLSM di Kota Kediri Tidak Tepat Sasaran
Ada dua warga kami yang benar-benar tidak mampu tidak dapat BLSM
Laporan wartawan Surya, Didik Mashudi
TRIBUNNEWS.COM,KEDIRI - Data penerima bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) di Kota Kediri, Jawa Timur banyak yang tidak tepat sasaran.
Masalahnya, warga yang mampu ternyata juga mendapatkan BLSM.
"Ada dua warga kami yang benar-benar tidak mampu tidak dapat BLSM. Sebaliknya dua warga kami yang kami nilai mampu justru yang dapat bantuan," ungkap Hari Kristiono, Ketua RT di Kelurahan Burengan kepada Surya Online (Tribunnews.com Network), Selasa (2/7/2013).
Hari menuturkan, kedua warganya yang tidak mampu dan tidak mendapatkan BLSM karena masing-masing Mbok Poniyem (70) dan Mbok Sugiyah (68).
"Keduanya sudah berstatus janda dan rumahnya juga sangat sederhana," ungkapnya.
Sedangkan kedua warganya yang dinilainya mampu tapi mendapatkan BLSM karena bekerja di pabrik rokok PT Gudang Garam.
"Rumahnya bagus dan punya sepeda motor, kami nilai tidak layak mendapatkan BLSM," tambahnya.
Hari mengaku heran dengan kriteria penerima BLSM yang dinilainya sangat tidak akurat. Akibatnya, banyak warga yang protes ke kantor kelurahan.
"Kalau ditotal sudah puluhan yang protes karena tidak dapat BLSM," tambahnya.
Hari dijanjikan warganya yang tidak mendapatkan BLMS dari pemerintah pusat akan diupayakan mendapatkan bantuan BLSM dari Pemkot Kediri.
Kasus warga mampu yang mendapatkan BLSM dari pemerintah pusat juga ditemukan di Kelurahan Singonegaran dan Baluwerti.
Malah ada beberapa pensiunan PNS yang mendapatkan undangan pengambilan BLSM.
Di Kota Kediri BLSM mulai dibagikan bertahap di sejumlah kantor kelurahan dan Kantor Pos.