Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Bangun Rumah Tahan Gempa Lebih Mahal 30 Persen

Mengapa bangunan di Aceh masih gampang runtuh? Padahal, rumah dan bangunan di Aceh dibangun pasca-tsunami 2005 silam.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Eri Komar Sinaga

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis jumlah korban meninggal akibat gempa berkekuatan 6,2 SR pada Selasa (2/7/2013 kemarin), karena tertimpa reruntuhan bangunan.

Mengapa bangunan di Aceh masih gampang runtuh? Padahal, rumah dan bangunan di Aceh dibangun pasca-tsunami 2005 silam.

Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB mengatakan, ternyata masih sulit membangun rumah atau bangunan di Aceh yang tahan gempa. Pembangunan rumah tahan gempa di Aceh belum dilakukan menyeluruh.

"Ternyata hal itu cukup sulit, karena belum dilaksanakan secara menyeluruh. Ini juga terkait masalah ekonomi. Membangun rumah tahan gempa lebih mahal 30 persen. Itu sebabnya," jelas Sutopo saat memberikan keterangan pers di kantornya, Jakarta, Rabu (3/7/2013).

Walau demikian, lanjut Sutopo, masyarakat Aceh memiliki kearifan lokal yang membangun rumah tahan gempa yang sudah teruji tahan selama ratusan tahun.

Sebelumnya, BNPB merilis 24 orang meninggal dunia akibat gempa yang terjadi karena sesar aktif di daratan pada segmen Aceh dari sesar Sumatera alias Sesar Semangko.

Di Bener Meriah, sebanyak 75 bangunan dan rumah rusak, sementara di Aceh Tengah sebanyak 300 bangunan dan rumah rusak. (*)

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: TribunJakarta
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas