Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Sopir Pertamina Mogok, Distribusi BBM Pantura Terlambat

keterlambatan pengiriman BBM) untuk wilayah Pantura karena aksi mogok yang dilakukan supir truk Pertamina intalasi Pengapon, Semarang.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Budi Prasetyo

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Suharno

TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG - Assisten Manager External Relation PT Pertamina Region Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, Roberth Marchelino Verieza Dumatubun mengatakan ada keterlambatan pengiriman bahan bakar minyak (BBM) untuk wilayah Pantura. Hal itu dikarenakan aksi mogok yang dilakukan supir truk Pertamina intalasi Pengapon, Semarang.

Walau mengalami keterlambatan, akan tetapi Roberth mengatakan tidak ada Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang kehabisan stock.

"Belum ada laporan SPBU kehabisan stok, biasanya SPBU masih memiliki stok dan baru menambah stok di siang hari," jelas Roberth kepada Tribun Jateng, Rabu (3/7/2013).

Instalasi Pengapon menjangkau wilayah Kota Semarang dan sekitarnya, Rembang dan sekitarnya, serta Pekalongan dan sekitarnya.

Roberth menambahkan aksi demo itu menuntut upah dan kesejahteraan yang layak. Akan tetapi, para supir itu hubungan kerjanya tidak berhubungan langsung dengan Pertamina. Akan tetapi Pertamina Training Consultan (PTC) yang menjadi perusahaan yang menaungi.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kita sudah melakukan dialog, aspirasi para supir sudah kita tampung. Jadi Pertamina menghimbau supaya tidak dilakukan tindakan untuk mogok kerja karena dampaknya akan langsung terasa kepada masyarakat," papar Roberth.

Seperti diberitakan, sekitar 200 sopir tanki pertamina melakukan mogok kerja sejak pukul 09.00 hingga sekarang di Terminal BBM Pengapon, Semarang, Rabu (3/7/2013).

Aksi tersebut dilakukan dalam rangka menuntut kesejahteraan berupa uang lembur dan Jamsostek.

Sumber: Tribun Jateng
Tags:
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas