Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Sarundajang Lobi Menteri Kelautan dan Perikanan

Gubernur Sulawesi Utara Sinyo Hary Sarundajang, Senin memenuhi undangan Menteri Kelautan dan Perikanan

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hendra Gunawan

Laporan Wartawan Tribun Manado, Riyo Noor

TRIBUNNEWS.COM, MANADO - Gubernur Sulawesi Utara Sinyo Hary Sarundajang, Senin (15/7/2013), memenuhi undangan Menteri Kelautan dan Perikanan RI Sharif C Sutardjo.

Pertemuan itu sekaligus lobi penyelenggaraan World Coral Reef Confrence (WCRC) 2014. Sarundajang ingin agar kegiatan sekala dunia ini digelar di Sulut. Dibahas pula rencana presentasi WCRC di PBB.

Gubernur melalui juru bicaranya Judhistira Siwu menyampaikan, WCRC ini akan diawali dengan pelaksanaan workshop CTI pada  20 Agustus mendatang. "Jadi langkah jangka pendek yang harus dilakukan adalah memantapkan persiapan dan sosialisasi bagi enam negara peserta CTI ditambah dengan Amerika Serikat dan Australia,'" ujarnya.

Siwu menjelaskan, berdasarkan hasil presentasi dari Sarundajang, Menteri Kelautan Perikanan langsung menyatakan dukungan sepenuhnya. Secepatnya diambil langkah teknis dengan berkoordinasi bersama Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, Kementerian Luar Negeri, dan lembaga-lembaga Internasional di bawah PBB.

"Hasil presentasi diapresiasi Pak Menteri. Dalam pertemuan tersebut juga telah disepakati bersama bahwa salah satu agenda yang akan dibahas dalam WCRC 2014 adalah tentang blue economy," jelas Siwu

Pelaksanaan WCRC ini dilatarbelakangi pelaksanaan WOC beberapa waktu yang lalu di Sulut, sekaligus dalam rangka perayaan lima tahun penandatanganan deklarasi Coral Triangle Inisiative (CTI). WCRC sekaligus mengevaluasi deklarasi yang ditandatangani untuk penyelamatan segi tiga terumbu karang dunia oleh Indonesia, Philipina, Papua Nugini, Singapura, Salomon Island dan Malaysia.

Rekomendasi Untuk Anda

Sarundajang saat launching pelaksanaan WCRC di Bali beberapa pekan lalu, terungkap bahwa saat ini ada sekitar 500 juta orang menggantungkan hidupnya pada ketersediaan terumbu karang sebagai sumber bahan dan keamanan pangan. "Didapati bahwa coral triangle atau kawasan segitiga terumbu karang memiliki peranan yang sangat penting dan strategis untuk memenuhi kebutuhan pangan dunia," sebut dia

"Oleh karena itu, coral triangle sebagai kawasan yang memiliki keanekaragaman jenis yang sangat tinggi, di antaranya ikan, karang dan organisme laut lainnya, harus dikelola dan dimanfaatkan dengan benar secara berkelanjutan," kata mantan Kabag Protokol Setdaprov Sulut ini.

Hadir dalam pertemuan dimaksud Direktur FAO di Roma Prof Indroyono Soesilo, Prof Sarwono Kusumaatmaja, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Sulut Ir Ronald Sorongan, dan Staf Khusus Gubernur Sulut Dr Deasy Mantiri.

Sumber: Tribun Manado
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas