Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ratusan Polisi Evakuasi Imigran Gelap yang Terdampar

Sedikitnya 130 anggota Polres Cianjur dan Satuan Brimob Polda Jawa Barat (Jabar) melakukan evakuasi terhadap imigran gelap yang terdampar

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Budi Prasetyo

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Teuku M Guci Syaifudin

TRIBUNNEWS.COM CIANJUR, - Sedikitnya 130 anggota kepolisian dari Polres Cianjur dan Satuan Brimob Polda Jawa Barat (Jabar) melakukan evakuasi terhadap imigran gelap yang terdampar di perairan Pantai Jayanti, Selasa (23/7/013).

Evakuasi dipimpin langsung Kapolres Cianjur, AKBP Dedy Kusuma Bakti. Proses evakuasi berlangsung sejak adanya informasi jika terdapat kapal jenis tongkang tenggelam dari 30 km bibir pantai pada pukul 20.00.

"Berdasarkan keterangan yang Kejadian tenggelamnya kapal yang dinaiki para imigran ini disebabkan kapalnya bocor dan airnya masuk," kata Kasubag Humas Polres Cianjur AKP, Ahmad Suprijatna beberapa saat lalu.

Jumlah total imigran yang berhasil selamat dan dievakuasi sebanyak 160 orang. Imigran tersebut kebanyakan berasal dari Srilangka.

Seperti diketahui, Ratusan imigran gelap diduga  tenggelam di laut selatan atau tepatnya di Pantai Jayanti, Desa Sukapura, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, Rabu (24/7).

Rekomendasi Untuk Anda

Berdasarkan informasi yang diperoleh tribun, sedikitnya 38 orang selamat dan dievakuasi di balai Desa Sukapura. Adapun empat imigran asal Srilangka meninggal dunia akibat tenggelam.

Seorang imigran asal Srilangka, Ali (45), mengatakan, tenggelamnya para imigran itu disebabkan bocornya kapal yang terbuat dari kayu jenis roro. Diakuinya, kapal tersebut tenggelam sebelum mencapai kapal besar yang akan mengantar para imigran ke Pulau Christmas, Australia.

"Tiba-tiba saja air masuk dalam kapal dan penuh. Semuanya tenggelam," kata Ali yang masih terlihat syok beberapa saat lalu.

Dikatakan Ali, ada ratusan imigran yang naik perahu kayu besar. Imigran Srilangka, berdasarkan perhitungannya, terdapat sekitar 200 orang. Namun jumlah itu belum tergabung dengan imigran asal Iran, Irak dan Bangladesh.

 "Kami tiba di Pantai Jayanti sekitar pukul 17.00. Kami sempat tinggal di Bogor sebelumnya karena kami pemilik kartu UNHCR," katanya. (cis)

Sumber: Tribun Jabar
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas