Jalan tertutup, 1 rumah tertimbun
Longsor terjadi di 11 titik di Kecamatan Banjarwangi setelah hujan deras mengguyur kawasan selatan Kabupaten Garu
Editor:
Budi Prasetyo
Laporan wartawan Tribun Jabar, M Syarif Abdussalam
TRIBUNNEWS.COM GARUT, - Longsor terjadi di 11 titik di Kecamatan Banjarwangi
setelah hujan deras mengguyur kawasan selatan Kabupaten Garut tersebut
selama tiga jam, Kamis (25/7/2013).
Camat Banjarwangi, Dadang Herawan, mengatakan 10 titik longsor
memutuskan Jalan Cikajang-Singajaya dan satu titik longsor lainnya
menimpa satu rumah warga. Beruntung, longsor yang hampir serempak
terjadi antara pukul 01.00 sampai 02.00 ini tidak menelan korban.
"Dari 10 titik longsor yang menutup badan jalan, terdapat dua titik
longsor terbesar dengan tinggi lima meter dan panjang tujuh meter, di
Blok Cikacenang Desa Tanjungjaya. Jalan pun tertutup material longsor
dan kendaraan tidak bisa melintas," kata Dadang, Kamis (25/7).
Menurut Dadang, setelah longsor dari tebing sepanjang pinggir jalan
itu terjadi, warga langsung berusaha membersihkan jalan dari
longsoran. Selain mengunakan peralatan pertanian, dua kendaraan
buldoser akan membantu evakuasi longsor.
Walaupun sudah bisa dilalui kendaraan, tuturnya, jalan masih ditutupi
lumpur yang cukup tebal. Karenanya, cukup banyak kendaraan yang
terpeleset di atas longsoran. Lumpur dan longsor berasal dari lahan
pertanian sayuran di atas tebing. Saluran air dari lahan pertanian
yang diarahkan menuju jalan ini menyebabkan longsor.
"Lahan pertanian terdapat di atas tebing pinggir jalan sepanjang
sekitar sembilan kilometer, di Desa Tanjungjaya, Talagajaya, dan
Wangunjaya. Ini sudah biasa terjadi, kalau kemarau dan tiba-tiba hujan
besar, pasti longsor," katanya.
Untuk mengatasi longsor semacam ini terulang, Dadang mengatakan para
petani harus diberi penyuluhan tentang penyaluran air dan pembuatan
lahan pertanian di lahan miring. Sebab, jika terus dibiarkan, longsor
akan terus mengancam jalan penghubung Cikajang dengan sejumlah
kecamatan di selatan Garut ini.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut,
Dikdik Hendrajaya, mengatakan telah berkoordinasi dengan Dinas
Binamarga Kabupaten Garut untuk mengatasi longsor yang menimpa jalan
tersebut.
"Tebing-tebing di kawasan selatan Garut memang sangat curam dan rawan
longsor, apalagi kalau diguyur hujan. Akibat longsor, jalan terputus
karena tidak ada jalan alternatif lain. Makanya kami evakuasi cepat,"
tuturnya. (Sam)
Baca tanpa iklan