Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pengungsi Korban Longsor Bedungan Alam Way Ela Butuh Makanan Bayi

Pengungsi korban longsornya bendungan alam Way Ela, Maluku Tengah, kekinian sangat membutuhkan makanan bayi, selimut, pembalut,dan popok.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Edwin Firdaus

Laporan Wartawan Tribunnews.com Eko Sutriyanto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengungsi korban longsornya Bendungan Alam Way Ela, Maluku Tengah, kekinian sangat membutuhkan makanan bayi, selimut, pembalut dan popok bayi.

Pengungsi juga memerlukan genset untuk penerangan, sarung, juga makanan instan, air bersih, pakaian layak pakai dan hunian sementara.

Relawan PKPU Maluku, Edi Irfan Elis yang kini berada di Maluku kepada Tribunnews mengatakan, selain bantuan dari PKPU, ada di antaranya bantuan  pemerintah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah setempat.

Barang bantuan itu berupa tenda, dan dapur umum. "Tapi sampai sekarang masih banyak pengungsi yang tidur dalam tenda terbuka dan tanpa penerangan lampu," katanya, Jumat (26/7/2013).

Ia menjelaska, wilayah yang paling parah terkena longsoran adalah kampung Arwow Pancalan, Desa itu, hancur total. Sedikitnya 3 warga desa itu meninggal dunia, sedangkan puluhan lainnya dinyatakan hilang.

"Semua bangunan yang tersapu banjir. Mulai dari rumah, sekolah, musholah maupun fasilitas publik terbawa air dan tidak berbekas," katanya.

Rekomendasi Untuk Anda

Way Ela adalah bendungan alami yang terbentuk pada 13/7/2012 akibat longsoran tebing yang menutup alur sungai di desa Negeri Lima, Kec. Leyhitu, Kab. Maluku Tengah.

Panjang bendungan 1100 m, lebar 300 m, dan kedalaman 35 m. Volume sekitar 19,8 juta meter kubik. Hampir 20 kali lipat daripada volume air Situ Gintung.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas