Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ratusan Calon Penumpang Rusak Fasilitas Stasiun KA Cicalengka

Para calon penumpang melempari kaca di stasiun dengan batu

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dewi Agustina

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana

TRIBUNNEWS.COM, CICALENGKA - Stasiun kereta api Cicalengka pagi tadi dirusak para calon penumpang yang tidak menerima pembatasan penjualan tiket kereta api ekonomi dari 1.000 orang menjadi 500 orang per pemberangkatan.

Para calon penumpang melempari kaca di stasiun dengan batu. Mereka juga menghancurkan sejumlah fasilitas di stasiun tersebut, karena merasa kecewa.

Pantauan Tribun Jabar (Tribunnews.com Network), massa yang berjumlah ratusan orang ini mengamuk karena tidak mendapatkan tiket kereta jurusan Bandung. Peristiwa ini terjadi sekitar jam 05.30 WIB. Akibatnya ratusan penumpang pun memaksa naik ke kereta. Namun petugas menghalangi para penumpang.

Massa yang mengamuk kemudian melempari kaca ruangan Kepala Stasiun dan ruangan Kantor PT KAI. Massa yang melakukan perusakan mulai membubarkan diri setelah aparat keamanan dari Polsek Cicalengka tiba di tempat kejadian perkara (TKP).

Arif (33), salah seorang calon penumpang mengatakan, setiap harinya ia sudah terbiasa menggunakan kereta untuk pergi ke Bandung. Namun hari ini mendadak jumlah penumpang kereta dibatasi.

"Biasanya juga yang naik kereta enggak dibatas. Sudah biasa kalau dempet-dempetan di dalam. Sekarang cuma 500 setiap pemberangkatannya. Saya merasa kecewa dengan pemberlakuan sistem baru ini," kata Arif, Senin (19/8/2013).

Rekomendasi Untuk Anda

Ia mengatakan baru pertama kali jumlah penumpang dibatasi di stasiun Cicalengka. Padahal jumlah penumpang dengan jumlah kereta tidak sebanding.

"Ini kan jumlah keretanya sedikit. Jadi aneh sekali dibatasi. Kalau keretanya banyak sih nggak apa-apa," katanya. (aa)

Sumber: Tribun Jabar
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas