Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Warga Pinrang Pertanyakan Kematian Yunus dalam Sel

Warga Kampung Tobangun, Desa Tadokkong, Kecamata Lembang, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan mempertanyakan

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dewi Agustina

TRIBUNNEWS.COM, PINRANG - Warga Kampung Tobangun, Desa Tadokkong, Kecamata Lembang, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan mempertanyakan kematian keluarga mereka, Muhammad Yunus (25), dalam sel Polsek Lembang, Pinrang Minggu (18/8/2013).

Hal tersebut diungkapkan Sultan, salah seorang kerabat Muhammad Yunus, saat dikonfirmasi melalui telepon selularnya, Selasa (20/8/2013).

Menurut Sultan, pihaknya tidak mempermasalahkan kematian kerabatnya, namun ia mengaku ada hal yang mencurigakan terkait kematian kerabatnya tersebut.

"Bukan kematiannya yang kami persoalkan, tapi karena ada keganjilan yang kami temukan, berupa adanya lebam di bagian punggung dan leher," ujar Sultan.

Terpisah, Bunga, ibu kandung Muhammad Yunus mengatakan, anak lelakinya tersebut, beberapa hari lalu terpaksa berurusan dengan aparat kepolisian, setelah menikam salah seorang tetangganya.

"Saat itu Muhammad Yunus sedang sakit. Tapi entah karena apa tiba-tiba ada suara keributan dari bawah kolong rumah, ternyata tetangga yang sedang bercanda, mungkin karena merasa terganggu, anak saya turun hingga peristiwa tersebut terjadi," kata Bunga.

Bunga juga menambahkan, ia sempat menahan anaknya agar mengurungkan niatnya untuk menegur penyebab keributan tersebut.

Rekomendasi Untuk Anda

"Saya tidak tahu kalau dia membawa senjata tajam," tambah Bunga.

Menurut Bunga, kasus penikaman anaknya dengan tetangganya tersebut sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Hingga saat ini korban Muhammad Yunus, sedang menjalani perawatan di salah satu rumah sakit Pinrang.

"Kebetulan yang ditikam masih kerabat kami. Masalahnya sudah selesai, apalagi lukanya tidak terlalu parah," jelas Bunga kepada wartawan.

Berselang beberapa saat pascakejadian, sejumlah aparat kepolisian dari Mapolsek Lembang, datang dan menciduk Muhammd Yunus.

Terpisah, Kapolres Pinrang, AKBP Heri Tri Maryadi, yang dikonfirmasi membenarkan adanya kasus gantung diri dalam tahanan di Mapolsek Lembang tersebut.

Namun ia mengatakan jika kematian Muhammad Yunus murni karena bunuh diri.

"Ia tewas karena bunuh diri dengan menggunakan kain pembungkus nasi yang diantarakan pihak keluarga," kata mantan Kasat Reskrim Polrestabes Makassar tersebut.

Menurut Heri, korban masih sempat diselamatkan oleh petugas. Namun nyawa Muhammad Yunus sudah tidak terselamatkan.

"Soal luka lebam, itu karena darah yang membeku karena mengumpul di satu titik," jelas Heri.(ali)

Sumber: Tribun Timur
Tags:
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas