Senjata Api Sampai Pentungan Banyak Diselundupkan ke Arena Debat Pilkada Wajo
Entah apa yang ada dalam pikiran massa pendukung peserta Pilgub Wajo, ketika ikut meramaikan debat kandidat, Minggu (8/9/2013).
Laporan Wartawan Tribun Timur Mahyudin
TRIBUNNEWS.COM, WAJO - Entah apa yang ada dalam pikiran massa pendukung calon peserta Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Wajo, ketika ikut meramaikan debat kandidat, Minggu (8/9/2013).
Beragam senjata tajam (sajam), senjata api rakitan (senpira), dan peralatan lain yang tak berhubungan dengan politik, diamankan polisi dari rombongan peserta debat publik yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wajo di gedung Islamic Center Sengkang tersebut.
Mulai senjata tajam jenis golok hingga airsoft gun, ikut terjaring dalam pemeriksaan satuan gabungan Polisi, TNI dan Brimob di gerbang masuk gedung Islamic Center.
Selain itu, polisi juga menyita petasan rakitan dan dua tabung gas serta pemukul baseball. Pemiliknya, harus berurusan dengan polisi dan digiring ke Mapolres Wajo untuk diperiksa.
Kabag Ops Polres Wajo Kompol Daryanto Daryanto menyebutkan, adalah Muh Waris (52) warga Dusun Warasale, Kelurahan watampanua, Kecamatan Pammana, Wajo, yang kedapatan membawa airsoft gun jenis FN merek Baretta.
"Meski yang bersangkutan pemilik airsoft gun memiliki kartu izin, tapi semestinya senjata seperti itu tidak bisa seenaknya dibawa. Apalagi dibawa ke arena debat kandidat pilkada, yang bisa berlangsung sengit," kata Daryanto, Senin (9/9/2013).
Alhasil, massa yang kedapatan menbawa sajam dan senpira tersebut langsung digelandang ke mapolres. "Mereka sudah kami amankan, dan tengah kami periksa," tandasnya.
Baca tanpa iklan