Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Bandara Adi Sucipto Gunakan Pengendalian Sistem Non Radar

Pengendalian pesawat dilakukan dengan panduan Non Radar.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Budi Prasetyo

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rina Eviana Dewi

TRIBUNNEWS.COM, SLEMAN -  Pihak Bandara Adi Sucipto memastikan bahwa gangguan yang terjadi pada sistem radar dipastikan berasal dari matinya monitor. Air Traffic Control Section Head Manager, Karno mengatakan bahwa radar utama tetap berfungsi (berputar-red) hanya saja, ada masalah pada matinya suplai yang menuju ke monitor.
"Radar bukan mati, antenna tetap berputar, tetap berjalan, cuma penyuplai data yang hang," ucapnya.

Lantas, tambahnya, pengendalian pesawat dilakukan dengan panduan Non Radar. Dalam hal ini, ada dua panduan yang berlaku dalam transportasi penerbangan yakni panduan radar dan non radar. "Jadi bukan manual tapi menggunakan non radar," jelasnya.

Akibat kejadian itu, sejumlah jadwal mengalami ganggguan. Meliputi Lion Air 521 dari Banjarmasin, Garuda Indonesia 251 dari Denpasar, Garuda 202 dari Jakarta. Serta jadwal keberangkatan, meliputi Air Asia 8441 tujuan Denpasar dan Air Asia 7559 tujuan Jakarta.

Diberitakan sebelumnya, tersiar kabar bahwa radar bandara Adi Sucipto mati tadi pagi. Karno memastikan bahwa gangguan pada sistem radar kali ini hanya berada pada penyuplai data untuk monitor saja. Sebelumnya pada Rabu, 26 Desember 2012 lalu, radar bandara juga sempat mati. Diduga, matinya radar bandara akibat aliran listrik yang putus dan kegagalan power back up memberikan daya cadangan. Kala itu, radar sempat lumpuh selama setengah jam, sehingga pendaratan pesawat pun harus dilakukan secara non radar. (Tribunjogja.com)

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Tribun Jogja
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas