Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Tak Ada Kelainan saat Sang Ibu Mengandung Ginan

Kelainan baru terlihat setelah seluruh kepala Ginan keluar dari rahim sang ibu.

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Fatimah dan M Zezen ZM

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Ditemui di Desa Ciroyom, bidan Imoyowati yang memeriksa selama masa kehamilan Yani Mulyani (33), mengaku tidak menemukan adanya kelainan pada kandungan Yani selama masa kehamilan.

"Kandungan Ibu Yani normal-normal saja. Tidak ada tanda-tanda kelainan, apalagi kembar parasit," kata Imoyowati, Senin (23/9/2013).

Untuk memastikan kesehatan pertumbuhan janin atau kandungan selama masa kehamilan Yani, Imoyowati pernah beberapa kali melakukan tes USG terhadap kandungan Yani.

Hasilnya pun sama, tidak terlihat adanya kelainan pada kandungan ibu kandung Ginan Septian Nugraha.

Ia menambahkan, ketika Ginan dilahirkan pada Kamis (19/9/2013) sekitar pukul 16.00 WIB, ia yang ikut membantu proses persalinan Yani, bahkan tidak menyaksikan adanya tanda-tanda bayi yang dilahirkan akan kembar. Kelainan baru terlihat setelah seluruh kepala Ginan keluar dari rahim sang ibu.

"Setelah lahir, baru terlihat seperti ada dua tubuh lengkap dengan tangan dan kaki. Tapi, kepalanya hanya satu. Tubuh yang satunya menempel pada mulut sang bayi," tutur Imoyowati.

Rekomendasi Untuk Anda

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kabupaten Bandung Barat (KBB) dr Pupu Sari Rohayati mengungkapkan, ia sudah menerima laporan mengenai bayi kembar parasit.

Untuk menyelamatkan sang bayi, Pupu memerediksi kemungkinan besar Ginan harus segera menjalani operasi pemisahan.

"Untuk biayanya perlu dikaji dulu dari mana sumbernya. Kami masih terus melakukan komunikasi dengan RSHS," kata Pupu, seraya mengatakan kasus conjoint twin parasitic atau kembar parasit, baru pertama terjadi di KBB. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas