Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Buruh Diminta Tak Lakukan Aksi Sweeping

Polisi memperingatkan para buruh yang akan melaksanakan aksi mogok nasional Senin (28/10/2013) besok, untuk tidak melakukan sweeping

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dewi Agustina

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Polisi memperingatkan para buruh yang akan melaksanakan aksi mogok nasional Senin (28/10/2013) besok, untuk tidak melakukan sweeping di kompleks pabrik. Aksi sweeping dinilai akan mengundang aksi
bentrok antarpara buruh.

Polisi akan menyiagakan ratusan personelnya untuk mengamankan kompleks pabrik sebagai antisipasi aksi sweeping buruh.

"Para buruh memang kami imbau untuk tidak melakukan sweeping, karena rawan bentrok dengan buruh maupun dengan polisi," kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Polisi Awi Setiyono, Minggu (27/10/203).

Sementara Kapolda Jatim, kata dia, sudah berpesan kepada seluruh anak buahnya untuk sedapat mungkin menghindari aksi anarkistis dalam pengamanan aksi mogok nasional buruh.

"Kami akan mengedepankan upaya preventif dan dialog agar suasana tetap kondusif," tambahnya.

Polda Jatim menyiagakan 38 SSK atau sekitar 3.800 personelnya dalam pengamanan aksi besok. Riciannya, 8 SSK dari Sat Brimob, 5 SSK dari Dalmas, 3 SSK dari Staf Polda Jawa Timur, 8 SSK Dhalmas Polrestabes Surabaya, dan sisanya dari polres jajaran masing-masing 1 SSK.

Sebagian personel, akan disiagakan di kawasan industri di ring I seperti kawasan SIER Rungkut, PIER Pasuruan, Sidoarjo, dan Gresik untuk mengantisipasi aksi sweeping, mengingat rencana buruh yang juga akan melumpuhkan aktivitas produksi kawasan pabrik.

Rekomendasi Untuk Anda

Seperti diberitakan, Senin besok, ratusan ribu buruh dari kawasan ring I Jawa Timur akan menyerbu Kota Surabaya untuk menggelar aksi mogok nasional. Mereka rencananya akan menggelar aksi di depan Gedung Negara Grahadi dan sejumlah titik kantor pemerintahan.

"Kami juga sudah siapkan konsep rekayasa lalu lintas agar aktivitas dan mobilitas masyarakat Surabaya tidak terganggu," ungkapnya.

Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas