Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Puluhan Pedagang Asongan di Stasiun Madiun Bentrok dengan Polsuska

Kami akan terus berjualan seperti biasa jika tak ada solusi bagi pedagang asongan. Saya sudah hafal sejarah kereta api

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Laporan Wartawan Surya,Sudarmawan

TRIBUNNEWS.COM,MADIUN- Puluhan pedagangan asongan yang biasa mangkal di Stasiun Madiun bentrok dengan puluhan petugas Polsuska dan kepolisian yang berjaga di pintu utama masuk Stasiun Madiun, Selasa (29/10/2013).

Hal ini dipicu adanya larangan pedagang asongan masuk ke dalam Stasiun Madiun, meski para pedagang menggunakan seragam batik.

Aksi saling dorong, saling lempar makanan, nasi bungkus dan air mineral itu dilakukan para pedagang asongan lantaran dilarang masuk stasiun.

Aksi bentrok berhenti saat kedua bela pihak mulai menurunkan tensinya.

"Kami akan terus berjualan seperti biasa jika tak ada solusi bagi pedagang asongan. Saya sudah hafal sejarah kereta api, saya sudah berdagang sejak Tahun 1980. Makanya tunjukkan aturan jelasnya. Karena kami didzolimi selama ini," terang Hadi Suloso, Ketua Asongan Stasiun Madiun kepada Surya(Tribunnews.com Network), Selasa (29/10/2013).

Sementara, perwakilan PT KAI Daops VII Madiun, Hamzah yang menemui para pedagang asongan mengaku pihaknya hanya menerapkan aturan yang berlaku.

Rekomendasi Untuk Anda

"Saya minta aturan ini ditaati bersama. Masih banyak usaha lainnya. Kalau mau sewa toko di dalam stasiun silahkan memang kami sewakan," pungkasnya.

Hingga kini, aksi demo ini masih berlangsung, jika tak ada titik temu, para pedagang akan mengadu ke DPRD dan Pemkot Madiun.

Sumber: Surya
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas