Pesisir Selatan Yogyakarta Kekurangan Alat Pendeteksi Tsunami
BPBD Bantul menyatakan, wilayah pesisir selatan Yogyakarta masih kekurangan alat pendeteksi tsunami atau Early Warning System (EWS).
Laporan Wartawan Tribun Jogja M Nur Huda
TRIBUNNEWS.COM, BANTUL - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul menyatakan, wilayah pesisir selatan Yogyakarta masih kekurangan alat pendeteksi tsunami atau Early Warning System (EWS).
Padahal, tingginya potensi bencana gempa bumi dan ancaman gelombang tsunami, membutuhkan banyak alat tersebut.
Kepala BPBD Bantul Dwi Daryanto mengatakan, sesuai kajian dari para ahli, wilayah Kabupaten Bantul membutuhkan sedikitnya 40 buah alat tersebut. Saat ini, di wilayah selatan DIY ini baru memiliki 29 alat. Sebanyak sembilan alat telah terpasang di sepanjang garis pantai mulai Pantai Parangtritis hingga Pantai Pandansimo.
"Itu kami jamin semuanya dalam kondisi baik, karena ada perawatan berkala," katanya, Rabu (27/11/2013). Selanjutnya, sebanyak 20 alat telah terpasang di masjid-masjid yang ada di pesisir pantai selatan Bantul.
Dalam waktu dekat, akan didatangkan tujuh alat lagi bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). "Jadi masih kurang, karena di lokasi titik kumpul seperti lapangan belum ada," katanya.
Tapi, kata dia, dari 20 alat yang berada di masjid-masjid tersebut, pihaknya mengaku menemui kendala dalam teknis perawatannya. Pihaknya, kesulitan melakukan koordinasi dengan takmir masjid jika akan melakukan perawatan berkala.
"Kendalanya karena pihak takmir masjid kadang aktifitasnya tidak bisa ditentukan. Saat kita datang ternyata mereka sedang bekerja, jadi kadang kita harus mendatangi saat malam hari," kata Dwi.
Ke depan, BPBD akan membuat kesepakatan atau MoU dengan para takmir masjid. Dengan begitu, saat ada upaya pengecekan peralatan, para teknisi dapat memeroleh pelayanan dari takmir dan melakukannya setiap saat.
Baca tanpa iklan