Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Janazah Slamet Gundono Bakal Dikebumikan diTegal

Dunia pedalangan di Indonesia, telah kehilangan sosok seniman Slamet Gundono (48).

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Janazah Slamet Gundono Bakal Dikebumikan diTegal
KOMPAS/SRI REJEKI
Dalang Ki Slamet Gundono tengah mendongeng di hadapan para siswa dalam acara Lazkam Pesta Budaya ke-4 di Taman Kanak-kanak Lazuardi Kamila, Solo, Jawa Tengah, Jumat (8/3/2013). Mendongeng dapat meningkatkan daya imajinasi, keterampilan berbahasa, dan kecerdasan emosional anak. 

TRIBUNNEWS.COM, SOLO - Dunia pedalangan di Indonesia, telah kehilangan sosok seniman Slamet Gundono (48).

Dalang kontemporer itu berpulang pada Minggu (5/1/2014) pukul 08.40 WIB di ruang ICU RSI Yarsis, Sukoharjo, Jawa Tengah.

Ditemani istri dan keluarga serta rekan-rekan seniman, dalang wayang suket tersebut meninggal dunia setelah terkena penyakit diabetes, jantung, dan lever sehingga menggerogoti tubuh tambunnya.

Setelah sempat berjam-jam berada di ruang jenazah RSI Yarsis, jenazah akan disemayamkan terlebih dahulu di Gedung Taman Budaya Surakarta.

Selanjutnya, akan dibawa ke rumah duka di Kendalrejo, Mojosongo, dan akan dimakamkan di tempat kelahiran mendiang di Slawi, Tegal, Jawa Tengah, pada Senin (6/1/2014).

"Rencana sementara jenazah akan disemayamkan di TBS, lalu ke rumah duka, dan besok baru dibawa ke Tegal," kata Agung, salah satu rekan dekat almarhum.

Mendiang Slamet Gundono menjadi sosok penting dalam dunia pedalangan di Indonesia karena membawakan seni pedalangan dengan memilih media suket (rumput) sebagai wayangnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Penyampaian cerita pewayangan Gundono dengan gaya humor dan sederhana sehingga membuat pesan yang disampaikan di setiap pementasan mudah dipahami oleh masyarakat umum.

Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas