Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Warga Kediri Temukan Mortir Aktif saat Bersih-bersih Parit

Sebuah mortir aktif ditemukan warga saat membersihkan parit di sekitar halaman Kelurahan Tosaren, Kota Kediri.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Warga Kediri Temukan Mortir Aktif saat Bersih-bersih Parit
Kompas.com/ M. Agus Fauzul Hakim
Personel TNI menunjukkan mortir jenis 60 mm US yang ditemukan warga di parit Kelurahan Tosaren, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, Jawa Timur, Senin (6/1/2014). 

TRIBUNNEWS.COM, KEDIRI - Sebuah mortir aktif ditemukan warga saat membersihkan parit di sekitar halaman Kelurahan Tosaren, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, Jawa Timur. Satu tim dari TNI lantas diturunkan untuk menjinakkannya.

Mortir dengan panjang 20 sentimeter dan lingkar 10 sentimeter itu kondisinya relatif masih utuh. Hampir semua detail ornamennya terlihat jelas.

Hanya sedikit bagian yang mengalami karat. Mortir tersebut kali pertama ditemukan oleh Marsudi (50), warga sekitar yang sedang membersihkan parit, Minggu (5/1/2014) kemarin.

Mortir itu kemudian diangkat dan dipindahkan ke halaman kantor kelurahan. "Seharusnya jika menemukan bahan peledak, tidak boleh diambil karena berbahaya," kata Kompol Sunardi, Kepala Polsek Pesantren ditemui disela-sela pengamanan mortir, Senin (6/1/2014) siang.

Atas temuan itu, pihak kepolisian kemudian meminta bantuan dari TNI. Sebuah tim dari Bengkel Lapangan Kodam V Brawijaya datang untuk mengamankan bahan peledak tersebut.

Pelda Wiyono, Bintara Montir Senjata dan Amunisi Bengkel Lapangan Kodam V Brawijaya, mengatakan, mortir tersebut berjenis 60 mm US. Kondisi pengamannya masih terkunci dan hulu ledaknya juga aktif.

"Hanya bagian penggalaknya yang sudah tidak aktif. Tanda sudah pernah diluncurkan," kata Wiyono.

Rekomendasi Untuk Anda

Mortir tersebut, Wiyono menambahkan, mempunyai daya ledak mematikan dengan radius 20 meter dan daya melukai dalam radius 50 meter. Mortir jenis itu menurutnya banyak digunakan pada Perang Dunia ke II.

"Dulu TNI juga memakai mortir jenis ini, tapi sekarang sudah tidak," imbuhnya. Mortir tersebut kini dibawa ke markas Benglap Kodam Brawijaya.

Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas