Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Mantan Bupati Karanganyar Kembali Diperiksa di Kejati Jateng

Mantan Bupati Karanganyar Rina Iriani, kembali menjalani pemeriksaan di Kejaksaan tinggi Jawa Tengah, Rabu (8/1/2014).

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Mantan Bupati Karanganyar Kembali Diperiksa di Kejati Jateng
Tribun Jateng/Wahyu Sulistiyawan
Mantan Bupati Karanganyar, Rina Iriani Sri Ratnaningsih memenuhi panggilan tim penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah, di Semarang, Jawa Tengah, Senin (23/12/2013). Rina memenuhi panggilan Kejati terkait dugaan penyalahgunaan bantuan subsidi perumahan Griya Lawu Asri (GLA) dari Kementerian Perumahan Rakyat pada Koperasi Serba Usaha (KSU) Sejahtera Karanganyar tahun 2007-2008 sebesar Rp 11 miliar lebih. (Tribun Jateng/Wahyu Sulistiyawan) 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Yayan Isro

TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG - Mantan Bupati Karanganyar Rina Iriani, kembali menjalani pemeriksaan di Kejaksaan tinggi Jawa Tengah, Rabu (8/1/2014).

Rina menjalani pemeriksaan di kantor Kejati Jateng, Jalan Pahlawan, Semarang, sejak pukul 10.00 WIB. Hal ini, diungkapkan oleh seorang pengacara Rina, M. Taufik.

"Iya, ini saya sudah di Kejati, mendampingi lanjutan pemeriksaan sejak pukul 10.00," kata M Taufik, melalui pesan singkat yang dikirimkan sekitar pukul 11.00 WIB.

Padahal, sebelumnya, saat dikonfirmasi petugas jaga, Setyawan dan Kasi Penkum Kejati Jateng, Eko Suwarni, mengaku tidak mengetahui apakah Rina akan hadir atau tidak.

Sebelumnya, Kepala Kejati (Kajati) Jateng, Babul Khoir Harahap, mengatakan, Rina menjadi tersangka kasus dugaan korupsi proyek perumahaan bersubsidi Griya Lawu Asri (GLA) di Karanganyar.

Pada 2007-2008, Kementrian Perumahan Rakyat (Kemenpera) mengucurkan dana subsidi untuk GLA sebesar Rp 35 miliar.

Rekomendasi Untuk Anda

Dana itu kemudian disalurkan melalui Koperasi Serba Usaha (KSU) Sejahtera. "Namun dalam praktiknya terdapat penyimpangan yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 18.409.769.656," ujarnya.

Ditambahkan, dari sejumlah kerugian negara tersebut, lanjut Babul, Rina diduga menikmati uang Rp 11.130.998.000.

Sumber: Tribun Jateng
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas