Banyak Warga Langgar Larangan Masuk Zona Bahaya Sinabung
Masih banyak warga yang nekad menerobos masuk ke zona bahaya Gunung Sinabung, yang berada radius 5 kilometer dari kawan
Editor:
Hendra Gunawan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA --- Masih banyak warga yang nekad menerobos masuk ke zona bahaya Gunung Sinabung, yang berada radius 5 kilometer dari kawan. Padahal di sejumlah akses menuju zona berbahaya itu petugas sudah memasang rambu-rambu larangan masuk.
Kepala Pusat Data Info dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nurgroho, kepada wartawan di kantor BNPB, Jakarta Pusat, Minggu (31/01/2014) mengatakan bahwa awan panas bisa menyembur hingga radius 5 kilometer dari kawah.
Kata dia, di radius 5 kilometer itu tidak ada pemukiman, yang ada hanyalah hamparan kebun jeruk, yang kini sudah tertimbun abu vulkanik.
"Kita sudah pasang sepanduk larangan, sudah sosialisasi, ada petugas yang jaga, ada juga patroli dari TNI, tapi masih banyak jalur untuk masuk," ujarnya.
Sutopo mengatakan bahwa pada 29 Januari lalu ia sempat menyambangi sisi tenggara zona bahaya Gunung Sinabung, yang merupakan jalur lintasan awan panas. Ia mengaku sempat menasihati sejumlah warga yang ia temui di tempat itu, namun Sutopo justru dimarahi.
"Mereka bilang itu kebun mereka, mereka berhak ada di sana," katanya.
Di tempat itu kemarin (30/1/2014) sekitar 14 orang ditemukan tewas, dan tiga orang ditemukan sekarat dengan luka bakar di sekujur tubuh. Salah seorang yang ditemukan sekarat, yakni Surya Sembiring (24) akhirnya meninggal pagi ini.
"Sebagian yang meninggal itu adalah warga lain, bukan pengungsi," jelasnya.
Saat ini kata dia ada 170 personil yang bersiaga di Gunung Sinabung, mulai dari petugas BNPB, TNI, Polri, Satpol PP hingga Tagana yang siap melakukan evakuasi dan mengantisipasi jatuhnya korban.