Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Varietas Kacang Gajah Organik Untungkan Pertani di Borobudur

Lahan kosong pasca tanam tembakau di Kecamatan Borobudur dimanfaatkan untuk menanam kacang tanah varietas gajah organik

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Budi Prasetyo
zoom-in Varietas Kacang Gajah Organik Untungkan Pertani di Borobudur
Kacang Gajah Organik 

Laporan Reporter Tribun Jogja.com, Agung Ismiyanto

TRIBUNNEWS.COM, MAGELANG - Lahan kosong pasca tanam tembakau di Kecamatan Borobudur dimanfaatkan untuk menanam kacang tanah varietas gajah organik. Uji coba ini dilakukan oleh Pemerintah Kecamatan Borobudur bekerjasama dengan Balai Penyuluh Pertanian dan kehutanan Kecamatan Borobudur, dengan memanfaatkan lahan milik petani di Desa Kembanglimus seluas 1 hektar.

Dari hasil panen perdana kacang organik tanpa olah lahan, diperoleh hasi l4,480 ton/hektar polong basah atau 1,4336 ton wose kering / hektar. “Hasil ini cukup menggembirakan, karena tanpa mengeluarkan biaya yang banyak, kita dapat hasil dan kualitas yang cukup bagus,” kata Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Borobudur, Sumardi, Rabu (5/2/2014).

Sumardi mengatakan, banyak potensi tanah yang dapat dimanfaatkan di wilayah Borobudur. Apalagi, setelah petani menamen tanaman tembakau, banyak lahan yang kosong atau menganggur menunggu musim tanam tembakau berikutnya.

“Daripada lahan menganggur, maka kita manfaatkan dengan menanam tanaman kacang tanah jenis varietas gajah. Tanaman yang kita tanam ini tanpa melalui proses olah lahan, kita hanya langsung memanfaatkan bekas lahan tembakau kita tanami kacang,” jelas dia.

Dia menambahkan, tanaman tembakau sudah banyak dipupuk dengan pupuk kandang. Sehingga, di bekas lahan tembakau tersebut, masih tersisa sisa pupuk kandang yang dapat dipergunakan untuk menanam kacang.

Rekomendasi Untuk Anda

“Hasilnya sangat maksimal dan menggembirakan,” ujar dia.

Camat Borobudur Nanda Cahyadi Pribadi AP, mengatakan kegiatan ini merupakan kerjasama antara penyuluh pertanian dengan pemerintah desa, yang diharapkan menjadi contoh bagi desa lainnya di Borobudur. Dia mengatakan, dengan melihat hasil panen perdana, tampaknya di daerah Borobudur cocok untuk pengembangan tanaman kacang tanah.

“Apalagi, penanaman kacang ini guna mengisi jeda setelah tanaman tembakau yang biasanya lahan nganggur menunggu musim tanam berikutnya. Ini sebuah terobosan yang cukup produktif,” jelas Nanda.

Dia mengatakan, lahan kosong atau lahan yang pemanfaatannya kurang maksimal, nantinya akan ditanami jenis tanaman produktif yang bersifat organik. Di Kecamatan Borobudur, kata dia, masih banyak lahan yang dapat digarap secara maksimal, seperti di Desa Ringin Putih, Candirejo, Wanurejo, dan desa lainnya.

“Untuk penanaman akan kita usahakan bekerjasama dengan BPPK. Kedepan keberhasilan ini akan kami kembangkan di desa-desa lain,” tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Tags:
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas