Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Aiptu Janadi Begadang di Kuburan Angker Demi Ringkus Bramacorah

Aiptu Janadi, memiliki pengalaman seru saat ia dan anak buahnya menangkap penjahat kelas kakap.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Aiptu Janadi Begadang di Kuburan Angker Demi Ringkus Bramacorah
tugaspti140110100005.wordpress.com
Ilustrasi kuburan angker 

Laporan Tim Liputan Khusus Tribun Jateng

TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG - Aiptu Janadi, Kasubnit II Resmob Polrestabes Semarang, Jawa Tengah, memiliki pengalaman seru saat ia dan anak buahnya menangkap penjahat kelas kakap.

Pria yang ditempatkan di Unit Resmob sejak tahun 1992 ini mengisahkan, timnya pernah begadang di pekuburan angker Dukuhseti, Tayu, Pati, semalam suntuk.

"Kebetulan, areal pemakaman itu tempat yang paling memungkinkan untuk mengintai pelaku yang telah terendus keberadaannya," terang Janadi.

Malam itu, kenang Janadi, hujan turun dengan derasnya. Beruntung, di kompleks pemakaman terdapat bangunan menyerupai pesanggrahan di makam seorang yang dituakan.

Tidak mau kehujanan semalaman, mereka memanfaatkan bangunan tersebut untuk berteduh.

Selain gelap gulita dan guyuran hujan, kompleks pemakaman tersebut juga dikenal angker hingga jarang ada warga masyarakat yang berani mendekat.

Rekomendasi Untuk Anda

Sedangkan berdasarkan informasi yang diterima, pelaku kejahatan yang sedang diburunya berada tidak jauh dari pemakaman tersebut.

Setelah menunggu semalaman, akhirnya buronan yang mereka incar menampakkan diri menjelang fajar.

Tidak mau buang kesempatan, empat anggota Resmob langsung menyergap buruan kasus curanmor tersebut.

Dalam menjalankan tugas, kata Janadi, anggota Resmob tidak boleh mengenal takut. Bapak dari dua anak ini menuturkan, nyanggong penjahat itu terkadang juga bergantung nasib. Kalau polisi yang beruntung, maka penjahatnya akan bisa ditangkap.

Tetapi, bila penjahat yang beruntung, maka polisi akan pulang dengan tangan kosong meski sudah nyanggong selama berhari-hari.

"Jadi, anggota Resmob itu yang penting kemauan keras untuk dapat mengungkap sebuah kasus," ujarnya.

Janadi mengisahkan, beberapa tahun silam menjadi korban setelah kejar-kejaran dengan pelaku kejahatan di Mranggen, Demak.

Mobil yang ditumpangi oleh polisi tergelimpang kemudian menabrak pohon. "Saat itu ada anggota yang meninggal karena kecelakaan," katanya.

Polisi berbadan kekar dan rajin berpuasa itu, juga menceritakan pengalamannya saat menggerebek sembilan orang perampok di sebuah hotel di Solo, beberapa waktu lalu.

Saat itu, Janadi hanya bersama tiga polisi lain menggerebek sembilan perampok yang bersembunyi di dalam dua kamar.

"Secara logika, rasanya tidak masuk akal empat orang polisi dapat menangkap sembilan perampok yang membawa senjata api. Tetapi itulah kenyataannya, kami berhasil menangkap mereka. Anggota Resmob itu harus gigih, ibaratnya ditugaskan di padang pasir kami harus bisa bertahan hidup," tandasnya.

Sumber: Tribun Jateng
Tags:
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas