Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Fahrul Sempat Tanya Kenapa Sang Ibu Ikat Tangannya

Dedeh Uum Fatimah (38), tega membunuh anak bungsunya, Aisyah Vani (2), dengan cara menenggelamkannya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Fahrul Sempat Tanya Kenapa Sang Ibu Ikat Tangannya
KOMPAS.com/PUTRA PRIMA PERDANA
Tangki air yang digunakan DUF (38) untuk menenggelamkan anak kandungnya, Aisyah Vani (2), Selasa (11/3/2014). 

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Dedeh Uum Fatimah (38), tega membunuh anak bungsunya, Aisyah Vani (2), dengan cara menenggelamkannya di dalam tangki air, Selasa (11/3/2014).

Dari keterangan kakak pelaku, Ros Rosita (49), sebelum membunuh anak bungsunya itu, DUF sempat ingin membunuh anak keduanya, Fahrul Rabani (8) dengan cara yang sama.

Beruntung, nyawa Fahrul masih tertolong dari aksi keji sang ibu kandung. Menurut Ros, ketika hendak membunuh Fahrul, Dedeh terlebih dahulu mengikat tangan dan kaki bocah yang masih duduk di bangku kelas IV sekolah dasar tersebut dengan menggunakan kain.

"Fahrul sempat bangun dan menanyakan kenapa tangannya diikat. Tapi ibunya tidak menjawab," kata Ros, di tempat kejadian perkara, Kampung Cijeungjing RT 05 RW 22, Desa Kertamulya, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa siang.

Sambil menggendong anak keduanya yang dalam keadaan terikat, pelaku kemudian membawa Fahrul ke lantai dua, tempat di mana tangki air berisi 1.000 liter itu berada.

Namun, karena memiliki tenaga yang cukup kuat, Fahrul bisa melepaskan ikatan yang membelit tangan serta kakinya, dan merangkak keluar dari dalam tangki meski dalam keadaan basah kuyup.

Setelah berhasil keluar dari tangki air, Fahrul kemudian membangunkan kakaknya, Muhammad Rizal (15), yang saat itu masih terlelap tidur.

Rekomendasi Untuk Anda

Setelah menceritakan apa yang dialaminya, sang ibu justru memerintahkan kedua anaknya itu untuk memanggil Ros dan bibinya yang lain.

Pada saat kedua anaknya pergi itulah, DUF kemudian menenggelamkan Aisyah, putri bungsunya.

"Sampai di sini (TKP) kami sibuk menyelamatkan Fahrul yang masih basah kuyup. Ibunya sudah pergi tidak tahu ke mana. Kami juga sibuk mencari," ujarnya.

Setelah beberapa lama, Ros dan para sanak saudara pelaku sadar karena tidak menemukan Aisyah. "Sewaktu diperiksa di toren (tangki air) Aisyah sudah meninggal," bebernya.

Kepala Polsek Padalarang Komisaris Rendra Okta menjelaskan, setelah menenggelamkan anak bungsunya ke dalam tangki air, sekitar pukul 03.30 WIB tersangka langsung menyerahkan diri ke Mapolsek Padalarang.

"Dia (pelaku) datang minta tolong dan mengaku telah membunuh anaknya. Kami langsung mengamankan pelaku dan meminta diberitahu dimana anaknya," kata Rendra di Padalarang, Selasa siang.

Lebih lanjut Rendra menambahkan, pelaku sama sekali tidak mengungkapkan alasan ia tega melenyapkan nyawa anaknya dengan cara yang keji. "Tapi dari keterangan tetangga-tetangga, dia melakukannya karena didasari permasalahan ekonomi," katanya.

Untuk saat ini, pelaku telah ditahan di Markas Polresta Cimahi dan ditangani oleh Unit PPA Polres Cimahi.

Pelaku terancam hukuman di atas 5 tahun penjara karena dianggap telah melanggar Pasal 338 KUH Pidana tentang kekerasan dalam rumah tangga serta Pasal 80 ayat 3 Undang-undang nomor 22 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas