Risma: Pedagang Sekitar Tak Usah Khawatir Jika Dolly dan Jarak Ditutup
Risma menekankan, rejeki dari pedagang sekitar lokalisasi Dolly dan Jarak tak akan mati jika dua tempat itu ditutup. Ada jalan lain yang lebih halal
TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Pedagang di sekitar lokalisasi prostitusi Dolly dan Jarak di Surabaya diminta tidak resah dalam menyikapi rencana penutupan komplek itu Juni nanti.
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini berjanji akan memberi fasilitas bagi para pedagang itu untuk mengembangkan usahanya.
"Jangan khawatir sepi kalau lokalisasi (prostitusi) sudah tutup, karena akan kami back up dengan fasilitas penunjang lainnya, atau kemudahan akses permodalan," kata Risma, Kamis (13/3/2014).
Risma mengaku sudah merencanakan rekonstruksi kawasan pelacuran Dolly dan Jarak menjadi sentra ekonomi penunjang.
"Mereka minta apa agar kegiatan ekonomi mereka tidak mati pascapenutupan, akan kami fasilitasi. Apa mereka minta dibuatkan area khusus, atau taman bermain, pokoknya gak usah khawatir," tambahnya.
Risma mencontohkan, di ekslokalisasi pelacuran Bangunsari yang sudah ditutup sejak 2012 lalu, kini berkembang menjadi sentra ekonomi andalan warga setempat yang digerakkan oleh mantan-mantan PSK.
Bahkan, dari satu rumah yang disediakan Pemkot, kini dirasa tidak menampung, dan mereka mengajukan tiga rumah lagi untuk disewa menjadi pusat produksi makanan ringan.
Seperti diberitakan sebelumnya, menjelang bulan puasa atau sekitar Juni nanti, dua komplek pelacuran besar di Surabaya yakni Dolly dan Jarak mendapat giliran ditutup setelah Bangunsari, Sememi, dan Morokrembangan.
Kekhawatiran muncul, penutupan akan berdampak pada aktivitas ekonomi di sekitar lokalisasi yang sudah puluhan tahun hidup, akibat adanya lokalisasi. Hasil pendataan, ada sekitar 1.000 lebih PSK di dua komplek lokalisasi itu yang aktif di puluhan wisma dengan sekitar 300 lebih mucikari. Achmad Faizal/Kompas.com
Baca tanpa iklan