Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Penumpang Kapal Tenggelam di Larantuka 69 Orang

Yosni menyebut penyebab kecelakaan akibat arus gelombang laut deras pada siang hari dan juru mudi kehilangan kendali atas kapal yang dikemudikannya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Penumpang Kapal Tenggelam di Larantuka 69 Orang
KOMPAS/KORNELIS KEWA AMA
Sekitar 253 perahu tradisional dan kapal motor dengan membawa ribuan peziarah laut mengarak patung Tuan Meninu dari Pantai Lebao menuju Pantai Kuce sekitar 8 kilometer perjalanan. 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Sarifah

TRIBUNNEWS.COM, LARANTUKA - Bupati Flores Timur (Flotim), Yoseph Lagadoni Herin dalam jumpa pers di rumah jabatan Bupati, Sabtu (19/4/2014) mengatakan, pemerintah perlu menjelaskan bahwa jumlah korban seluruhnya dalam Kapal Fiber Flotim 74 saat prosesi laut Jumat Agung (18/4/2014) sebanyak 69 orang.

Dalam jumpa pers itu Bupati Flotim, Yosni Herin, didampingi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Flotim, Paulus Igo Geroda, S.Sos, M.Ap; Sekda Flotim, Anton Tonce Matutina dan para kepala dinas.

Yosni merincikan, dari 69 orang yang menumpang kapal itu, 33 orang rawat inap, yakni 10 orang anak laki-laki dan tujuh perempuan; 23 laki-laki dewasa dan 20 orang perempuan dewasa.

Rawat jalan 23 orang, di antaranya anak-anak enam orang laki-laki dan tiga perempuan, dewasa 17 orang di antaranya 12 orang laki-laki dan lima orang perempuan. Korban meninggal dunia tujuh, antara lain tiga orang anak dan empat orang dewasa. Dari empat itu, satu laki-laki dan tiga orang perempuan. Sedangkan yang hilang empat orang, yakni laki-laki tiga orang dan perempuan satu orang.

Yosni menyebut penyebab kecelakaan akibat arus gelombang laut deras pada siang hari dan juru mudi kehilangan kendali atas kapal yang dikemudikannya.

"Saat dia memutar haluan kapal terbalik. Atas bantuan satu kapal niaga, kapal yang tenggelam itu sudah ditarik dari wilayah perairan Pulau Mas ke Pantai Lewolere," jelas Yosni.

Rekomendasi Untuk Anda

Ia mengatakan, pemerintah daerah bersama jajaran TNI dan Polisi menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada peziarah atas ketidaknyamanan selama Semana Santa (Pekan Suci) berlangsung.

"Pemerintah bersama jajaran TNI dan Polri telah menyiapkan kegiatan sebaik-baiknya. Kehadiran Kapolda dan Danrem

membuktikan kesiapan kami. Namun musibah terjadi di luar kemampuan kami. Begitu juga pada malam harinya," kata Yosni.

Ditanya korban yang hilang, Yosni mengatakan, masih dalam pencaharian Tim SAR.

"Sesuai protap Tim SAR, pencarian selama tiga hari," ujarnya.

Ia menyampaikan bahwa pemerintah daerah memberikan uang duka kepada para korban meninggal, termasuk yang bukan warga Flotim.

Ditanya kepastian penumpang, Yosni menjelaskan, pihaknya sudah mengecek dari rumah ke rumah di Lewolere dan menemukan angka itu (69 orang).

Ditanya lagi protap keikutsertaan peziarah, termasuk kapal yang memuat peziarah, Yosni mengatakan, pemerintah daerah telah mengeluarkan dua surat imbauan. Imbauan pertama dari bupati dan dari kadis perhubungan yang mengimbau kepada seluruh pemilik kapal yang akan mengikuti prosesi laut berkumpul atau melabuhkan kapalnya di pelabuhan TPI agar syahbandar melakukan pengecekan kelaikan dan kelayakan. Semua itu berjalan.

"Tapi persoalannya sedemikian banyaknya kapal kemarin yang datang dari mana-mana ikut prosesi tanpa melalui mekanisme atau protap yang diatur. Termasuk kapal yang tenggelam. Mestinya, harus masuk TPI tapi ada yang tidak," jelas Yosni.

Sumber: Pos Kupang
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas