Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Praja Senior IPDN Guyur Episcia Pakai Air Campur Tanah

Episcia Puspita Lautt (20), wanita praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) asal Kalimantan Tengah, mengaku disiram air oleh seniornya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Praja Senior IPDN Guyur Episcia Pakai Air Campur Tanah
TRIBUN JABAR/FIRMAN WIJAKSANA
IPDN memperlihatkan kelima praja wanita yang dikabarkan menjadi korban kekerasan senornya dengan menyiramkan air seusai melakukan kegiatan. Kemarin pihak IPDN kembali membantah ada kekerasan penyiraman air keras ke kelima korban tersebut. 

TRIBUNNEWS.COM, JATINANGOR - Episcia Puspita Lautt (20), wanita praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) asal Kalimantan Tengah, mengaku disiram air oleh seniornya.

Hal itu, terjadi di kampus sepulang dari kegiatan di Gunung Manglayang, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Minggu (27/4/2014).

Menurutnya, penyiraman dilakukan setelah para junior mendahului para senior saat pulang dari kegiatan.

"Tidak ada kekerasan yang dilakukan kepada saya atau teman yang lain. Kami memang disiram air setelah mendahului (jalan) para senior. Dalam air itu tidak ada bahan kimianya. Hanya ada sedikit tanah," ujar Episcia di Kampus IPDN, Rabu (30/4/2014).

Ia bersama empat orang lainnya yakni Izza Zata Yumni asal Jabar, Tiara Kusuma Dewi asal Jateng, Fungky Sandi Maharani asal Bengkulu dan Aginta Carolina Ginting asal Sumsel memang mempunyai sensitifitas di bagian mata.

Air yang disiram tersebut, lanjut Episcia, membuat matanya terkena iritasi. Hal yang sama juga dirasakan keempat temannya.

"Setelah terkena siraman dan ada iritasi kami dibawa ke RS AMC dan RS Cicendo untuk diperiksa lebih lanjut. Apalagi satu praja Fungky punya alergi. Jadi tidak benar kalau ada kekerasan," katanya. (wij)

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Tribun Jabar
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas