Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Menuju Kick-Off
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Bangunan Megah RSUD Gambiran II Kini Jadi 'Sarang Hantu'

Bangunan megah Rumah Sakit Gambiran II, di Kota Kediri, Jawa Timur, kekinian tampak jadi "sarang hantu" atau menjadi bangunan mangkrak.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Bangunan Megah RSUD Gambiran II Kini Jadi 'Sarang Hantu'
surya/didik mashudi
Bangunan RS Gambiran 2 yang terhenti sejak akhir tahun lalu menjadi bangunan mangkrak dipenuhi semak-semak belukar, Minggu (4/5/2014). 

Laporan Wartawan Surya Didik Mashudi

TRIBUNNEWS.COM, KEDIRI - Bangunan megah Rumah Sakit Gambiran II, di Kota Kediri, Jawa Timur, kekinian tampak jadi "sarang hantu" atau menjadi bangunan mangkrak yang dipenuhi semak-semak belukar.

Sejak pembangunannya terhenti akhir tahun lalu, tidak ada lagi aktifitas perawatan dan pembersihan bangunan.

Pantauan Surya Online, Minggu (4/5/2014), halaman RS Gambiran II telah berubah menjadi semak-semak belukar.

Ketinggian semak-semak mencapai satu meter, menutup hampir seluruh areal halaman bangunan rumah sakit.

Malahan, di lantai atas juga terlihat semak-semak yang tumbuh liar. Rerumputan yang tumbuh di lantai atas ini sangat kontras dengan kondisi bangunan rumah sakit yang megah.

Sejak pembangunannya terhenti akhir tahun lalu, tidak lagi terlihat aktifitas pembangunan. Bangunan rumah sakit berlantai tiga ini, hanya dijaga petugas satpam yang dibayar pihak rekanan pelaksana proyek.

Rekomendasi Untuk Anda

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar, telah meminta Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) melakukan audit  proyek RS Gambiran II. Pembangunan bakal diteruskan jika telah turun hasil auditnya.

RS Gambiran II bersama Jembatan Brawijaya dan Kampus Politeknik merupakan  tiga proyek multy years di Kota Kediri semasa Wali Kota Kediri dipimpin dr Samsul Ashar.

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar telah menegaskan, pihaknya akan melanjutkan lagi ketiga proyek multy years setelah ada hasil audit dari BPKP.

"Proyek akan diteruskan, setelah diaudit. Hasil audit itu untuk menentukan titik nol saya dimana. Kemarin penggunaan dananya sudah berapa persen," ungkap Abdullah Abu Bakar.

Ia menjelaskan, karena proyek multy years dilakukan di era dua kepala daerah harus jelas titik awal masing-masing. "Nanti nol persen saya tentu akan diaudit lagi untuk dinilai," jelasnya.

Sumber: Surya
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas