Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Butuh Dana Rp 1 Miliar untuk Jembatan Cibaluk

Dana dengan jumlah yang sama dibutuhkan untuk membangun jembatan rawayan di Desa Tanjungmulya di Kecamatan Pakenjeng

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Hendra Gunawan

TRIBUNNEWS.COM, GARUT - Dibutuhkan dana sekitar Rp 1 miliar untuk membangun jembatan rawayan di atas Sungai Cibaluk yang menghubungkan Desa Mekarwangi dan Desa Sagara di Kecamatan Cibalong. Dana dengan jumlah yang sama dibutuhkan untuk membangun jembatan rawayan di Desa Tanjungmulya di Kecamatan Pakenjeng.

Sebelumnya diberitakan, ratusan murid MI dan siswa MTs Al Mannar harus menyeberangi Sungai Cibaluk dengan cara langsung terjun karena jembatannya rusak terbawa banjir bandang 40 tahun lalu. Mereka tinggal di Desa Mekarwangi, sedangkan sekolahnya di Desa Sagara, yang terhalang oleh Sungai Cibaluk.

Ratusan murid SDN 3 dan 4 Tanjungmulya, serta pelajar SMP 2 Pakenjeng, SMP Satu Atap 3 Pakenjeng, dan MTs Al Kasfiyah, di Desa Tanjungmulya, Kecamatan Pakenjeng, menyeberang Sungai Cikandang menggunakan ban dan rakit untuk pergi ke sekolah. Jembatan penghubung Kampung Porehek dengan lokasi sekolah di Kampung Bokor terputus akibat banjir bandang, 14 April 2014.

Kepala Bidang Prasarana dan Permukiman pada Dinas Tata Ruang dan Permukiman Kabupaten Garut, Ahmad Mulyana, mengatakan, setiap tahun dinasnya hanya bisa merenovasi sekitar lima jembatan gantung. Renovasi jembatan di Cibalong dan Pakenjeng ini tidak termasuk dalam daftar jembatan yang akan diperbaiki tahun ini.

"Hal ini disebabkan keterbatasan anggaran dan pemerataan pembangunan. Itu pun biasa dibantu dengan CSR perusahaan-perusahaan. Selain itu, kami membangun jembatan baru, bekerja sama dengan beberapa perusahaan," kata Ahmad, Rabu (7/5/2014).

Jika pemerintah membangun jembatan gantung di atas Sungai Cibaluk di Kecamatan Cibalong, tuturnya, panjangnya harus mencapai sekitar 100 meter. Adapun jembatan yang dibangun di atas Sungai Cikandang di Kecamatan Pakenjeng harus memiliki panjang sekitar 80 meter.

"Dibutuhkan Rp 700 juta untuk membangun jembatan gantung atau rawayan sepanjang 60 meter. Kalau lebih dari itu, bisa sampai Rp 1 miliar. Makanya, dengan keterbatasan anggaran, kita butuh bantuan pihak lainnya," kata Ahmad.

Rekomendasi Untuk Anda

Terdapat 258 jembatan gantung di Kabupaten Garut. Lebih dari 60 persen di antaranya berkondisi buruk. Jembatan ini sangat rentan rusak atau terputus terbawa arus sungai jika banjir bandang terjadi. Walaupun masih layak pakai, katanya, kondisi fondasi dan lantai jembatan-jembatan tersebut sangat mengkhawatirkan.

Peserta UN Sakit

Hingga hari ketiga pelaksanaan UN tingkat SMP, 23 peserta UN dari MTs Al Mannar di Kecamatan Cibalong tetap menginap di sekolah dan rumah warga selama ujian berlangsung, sampai Kamis (8/5). Beberapa di antaranya mengalami sakit.

"Ada beberapa yang mengeluh pusing, mungkin masuk angin atau karena cuaca. Kami telah mengobatinya dengan obat warung. Tapi, semua telah kami atasi dan mereka masih bisa ikuti UN," ujar Kepala MTs Al Mannar, Miftah Yamin, kemarin.

Mereka tidak diperkenankan pulang ke rumahnya di Desa Mekarwangi karena arus Sungai Cibaluk kian deras. Beberapa guru dan pengawas asal Desa Mekarwangi terpaksa menyeberangi Sungai Cibaluk ke sekolah tersebut.

"Warga sekitar sekolah banyak yang menyumbang makanan untuk para peserta UN ini. Begitu juga kebutuhan penunjang lainnya. Supaya aman bagi mereka dan mereka juga tetap melaksanakan UN dengan baik. Para orang tua mengantar makanan ke sekolah," kata Miftah. (sam)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas