Tribun

Calon Presiden 2014

Golkar Sulut Terbelah

Sikap petinggi Partai Golkar Sulawesi Utara terkait pemilihan Presiden 2014 terbelah

Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Golkar Sulut Terbelah
Warta Kota/henry lopulalan
Bakal Capres-Cawapres PDI-Perjuangan Joko Widodo (kiri) dan Jusuf Kalla (kanan) mendeklarasikan sebagai pasangan calon Presiden dan Cawapres di Gedung Joang 45, Jalan Menteng Raya, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (19/5/2014). Pasangan Jokowi - Jusuf Kalla itu diusung empat partai yaitu PDI-Perjuangan, NasDem, PKB, dan Hanura. (Warta Kota/Henry Lopulalan) 

TRIBUNNEWS.COM,  MANADO - Sikap petinggi Partai Golkar Sulawesi Utara terkait pemilihan Presiden 2014 terbelah.

Partai berlambang pohon beringin ini, Senin (19/5/2014) resmi bergabung dengan Partai Gerindra, PAN, PPP, PKS dan PBB mendukung pasangan Calon Presiden Prabowo Subianto dan Calon Wakil Presiden Hatta Rajasa.

Namun petinggi Golkar Sulut, Max Lumintang terang-terangan membelot mendukung duet Joko Widodo-Jusuf Kalla yang diusung PDI Perjuangan, Nasdem, PKB dan Hanura.

Max Lumintang yang menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Sulut ini mengaku memberikan dukungan Jokowi-JK karena faktor JK yang merupakan kader Golkar.
JK merupakan mantan Ketua Umum Partai Golkar yang di era kepemimpinan Abrizal Bakrie sekarang ini masih menjadi sesepuh partai tersebut.

Max Lumintang menilai, JK tidak perlu melepaskan jiwa Golkar meski maju sebagai cawapres yang didukung poros PDIP.

Max menjelaskan, JK menjadi cawapres Jokowi karena dilamar oleh PDIP. Atas dasar itu, tidak ada aturan mana pun, termasuk dari internal Golkar, yang dianggapnya mampu melarang JK menerima tawaran tersebut.

"Mengapa dia harus melepaskan atribut Golkar? Pak JK (Jusuf Kalla) itu dilamar dan mewakili rakyat," kata Max yang kemarin muncul di kediaman Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, Senin (19/5).

Ia menegaskan, keputusan JK juga tak dapat diartikan melanggar hasil Rapat Pimpinan Nasional VI Partai Golkar pada Minggu kemarin.

Max Lumintang memastikan bahwa semua kader Golkar akan menghormati hasil Rapimnas, termasuk JK yang telah menjadi sesepuh di partai tersebut. "JK tetap anggota partai, kita akan mendukung menjadi cawapres Jokowi," ujarnya.

Sedang mengenai kedatangannya ke rumah Megawati dan deklarasi Jokowi-JK, Max Lumintang mengaku bukan atas nama partai Golkar tetapi secara pribadi.

"Kami dari Golongan Karya yang ada di Sulawesi ya. Kami akan mendukung besama-sama dengan Pak JK ya," katanya.

Berbeda dengan Max Lumintang, Ketua DPD Partai Golkar Sulut, Stefanus Vreeke Runtu berjanji akan berjuang keras untuk  memenangkan Prabowo-Hatta. Apalagi Prabowo adalah putra Langowan, merupakan sosok yang dirindukan masyarakat Tanah Toar Lumimuut untuk menjadi presiden.

"Prabowo sebagai putra Tanah Toar Lumimuut pantas mendapat dukungan dari rakyat Sulawesi Utara. Karena adalah suatu kebanggaan, putra dari tanah kita menjadi Presiden RI. Saya yakin itu adalah kerinduan rakyat Sulawesi Utara," jelasnya seraya menyatakan optimistis, 9 Juli mendatang, Prabowo-Hatta menang.

"Optimistis putra asal Langowan menang di Sulawesi Utara, saya yakin rakyat juga begitu. Kami pun siap memenangkan Prabowo di Sulut," tegasnya.

Ia pun meminta dukungan rakyat Sulut bagi Prabowo dan Hatta. "Rakyat Sulut, mari kita dukung dan doakan Prabowo Hatta untuk menjadi Presiden dan Wakil Presiden," pintanya.

Terkait pecah kongsi kader Golkar, karena pencalonan Jusuf Kala yang maju bersama Jokowi, SVR menjelaskan, koalisi dengan Prabowo merupakan amanat partai. Sehingga jika ada kader Golkar yang tak mengikuti instruksi, harus rela menanggalkan statusnya sebagai kader Golkar.

"Karena kalau dia kader tulen, pasti ikut perintah pimpinan. Kalau tidak, statusnya harus rela ditanggalkan," tegasnya.

Keyakinan Prabowo-Hatta menang juga datang dari DPW PKS Sulut.  Ketua DPW PKS Sulut, Suarifudin Saafa, Senin malam mengaku siap mengerahkan seluruh tenaga dan upaya untuk memenangkan Prabowo-Hatta di Sulut.

"Intinya, Indonesia ini sangat luas. Dibutuhkan pemimpin yang kuat dan muda. Dan kriteria ini ada sepenuhnya dalam diri Prabowo. Bersama dengan DPP PKS dan seluruh mitra koalisi, kami DPW PKS Sulut menyatakan dukungan penuh hingga ke tingkat paling bawah untuk memenangkan pasangan Prabowo-Hatta," tuturnya.

Tak mau kalah, PDIP sebagai pengusung utama Jokowi-JK terus bergerak. PDIP Sulut merapatkan barisan demi memenangkan pasangan ini.

Lucky Senduk, Wakil Ketua DPD PDIP Sulut menuturkan, semua mesin partai akan digerakkan. Mesin partai yang dimaksud Lucky yakni pengurus dari tingkat ranting, kecamatan, kabupaten dan kota sampai di provinsi, semuanya akan bahu membahu memenangkan duet Jokowi-JK.

"Semua caleg menghadapi babak baru dan mereka yang jadi maupun tidak akan bersatu. Ini demi mewujudkan Indonesia hebat," kata Senduk.

Ketua DPD Hanura Sulut, Petrus Poluan juga memastikan mendukung penuh pasangan Jokowi-JK.

"Partai Hanura Sulut siap mendukung pemenangan Jokowi-JK. Sudah jelas kita ikut petunjuk pengurus pusat," ungkap pria yang akrab di sapa Hok Naga ini.

Lantas, apa action Hanura Sulut? Dikatakan Hok Naga, pihaknya akan allout mendukung pasangan Jokowi-JK dengan menjalankan mesin partainya.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas