Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

BREAKING NEWS : Sekelompok Pria Bergamis Obrak-abrik Acara Sembahyangan

Sekitar pukul 20.30, segerombolan orang bergamis dengan mengendarai motor mendatangi rumah Julius Valentinus (54) yang menjadi tempat acara.

Editor: Hasanudin Aco
zoom-in BREAKING NEWS : Sekelompok Pria Bergamis Obrak-abrik Acara Sembahyangan
Tribun jogja/ Angga Purnama
Caption Petugas kepolisian sedang melakukan olah TKP di lokasi penyerangan kelompok massa di Tanjungsari, Sukoharjo, Ngaglik, Kamis (29/5) malam 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Angga Purnama

TRIBUNNEWS.COM, SLEMAN -  Sekelompok pria dengan berpakaian gamis mengobrak-abrik acara kebaktian jemaat umat Kristiani Santo Fransicus Agung Gereja Banteng, yang digelar di Perum YKPN, Tanjungsari Desa Sukoharjo, Kecamatan Ngaglik, Yogyakarta, Kamis (29/5/2014) malam. Massa mengaku sebagai suruhan salah satu pemuka agama Islam.

Informasi yang dihimpun Tribun Jogja (Group Tribunnews.com), kejadian bermula saat jemaat menggelar acara kebaktian rutin sekaligus peringatan Hari Kenaikan Isa Almasih. Sekitar pukul 20.30, segerombolan orang bergamis dengan mengendarai motor mendatangi rumah Julius Valentinus (54) yang menjadi tempat acara.

Sesampainya di lokasi, massa langsung melempari rumah dengan batu. Massa juga merusak motor milik jemaat yang terparkir di depan rumah. Tak hanya itu, massa kemudian memaksa untuk masuk ke dalam rumah dan bermaksud untuk membubarkan kegiatan doa tersebut.

Setelah puas, massa kemudian bermaksud meninggalkan lokasi. Namun sesampainya di ujung jalan kompleks perumahan, mereka berpapasan dengan pemilik rumah yang kebetulan baru pulang dari kantor.

Melihat pemilik rumah yang akan menuju rumah, massa menghadang dan langsung menghajar korban dengan batang besi dan kayu hingga terjatuh. Korban sempat diancam dengan senjata tajam jika menggelar kembali acara serupa. Beruntung, korban diselamatkan salah satu tetangganya yang mengaku berprofesi sebagai anggota Polda DIY.

"Saya pulang karena diberitahu ada sekelompok orang yang datg ke rumah dan melakukan perusakan. Tapi belum sampai ke rumah, saya sudah dihajar habis-habisan," kata Julius.

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Tribun Jogja
Tags:
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas