Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

FKUB DIY Nilai Kasus Penyerangan Sleman Tindakan Primitif

FKUB Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengecam aksi penyerangan terhadap masyarakat yang sedang melakukan ibadah.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sugiyarto
zoom-in FKUB DIY Nilai Kasus Penyerangan Sleman Tindakan Primitif
Thejakartapost
Julius Felicianus, korban penyerangan di Sleman 

Laporan Reporter Tribun Jogja, M Nur Huda

TRIBUNNEWS.COM, YOGYA – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengecam aksi penyerangan terhadap masyarakat yang sedang melakukan ibadah.

Hal itu dinilai telah meruntuhkan semangat kebersamaan dan persaudaraan yang selama ini melekat di Yogyakarta.

“Kami sangat menyesalkan cara-cara primitif itu digunakan, apalagi itu menyangkut hak keyakinan semua orang, itu jelas sebuah pelanggaran hukum dan jelas itu tindakan kriminal dan mengingkari Pancasila,” kata Ketua FKUB DIY, KH Muhaimin, Jumat (30/5).

Kepada Tribun Jogja, ia mengungkapkan kecewaannya terhadap aksi yang dilakukan oleh sekelompok orang terhadap kegiatan ibadah di rumah Julius Felicianus.

Ia menyesalkan sikap kepolisian yang selama ini tidak pernah menuntaskan persoalan serupa yang terus terjadi di DIY secara beruntun.

“Saya sangat menyesalkan sikap kepolisian yang selama ini tidak pernah menuntaskan kasus seperti itu. Di LKiS beberapa waktu lalu saya juga sudah tunjukkan orangnya ternyata nggak ada penyelesaian. Kasus perusakan makam juga hilang,” katanya.

Rekomendasi Untuk Anda

Kemudian, kasus hampir serupa di Gunungkidul beberapa waktu lalu bahkan dirinya sempat menemui Gubernur DIY Sultan HB X namun kasusnya justeru dipersulit oleh pihak kepolisian.

Dalam kasus itu, korban malah diminta mencari saksi padahal saat itu terdapat aparat keamanan yang melihat kejadian.

“Malahan ada juga petugas yang merekam. Tapi tidak mau memberikan bukti itu, malahan korban disuruh mencari saksi. Jadi persoalannya ini tidak ada low inforcement sehingga terus terjadi,” ungkapnya.

Sumber: Tribun Jogja
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas