Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:00 WIB
France
Prancis
3 - 1
Senegal
Senegal
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 05:00 WIB
Iraq
Irak
1 - 4
Norway
Norwegia
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 08:00 WIB
Argentina
Argentina
3 - 0
Algeria
Aljazair
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 11:00 WIB
Austria
Austria
3 - 1
Jordan
Yordania
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Orda Maluku dan Sumba di UNITRI Minta Maaf Secara Terbuka

“Kami menegaskan, orda Sumba dan Maluku tidak pernah ada masalah. Kasus tersebut murni perkara pribadi, bukan konflik antar suku” ujar Ketua Orda

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Orda Maluku dan Sumba di UNITRI Minta Maaf Secara Terbuka
surya/David Yohanes
Ketua Orda Maluku Unitri, Hendra Tutuarima (kiri) dan Ketua Orda Sumba Unitri, Alvian Tenapolo di Polres Malang Kota, Jumat (30/5/2014). 
Memuat video…

Laporan Wartawan Surya,David Yohanes

TRIBUNNEWS.COM, MALANG- Dua organisasi daerah (Orda) Maluku dan Sumba dari Universitas Tribhuana Tunggadewi meminta maaf secara terbuka, Jumat (30/5/2014) di Polres Malang Kota.

Permintaan maaf ini disampaikan, karena konflik kedua kelompok yang terjadi di dekat kampus mereka.

“Kami menegaskan, orda Sumba dan Maluku tidak pernah ada masalah. Kasus tersebut murni perkara pribadi, bukan konflik antar suku” ujar Ketua Orda Sumba Unitri, Alvian Tenapolo.

Dalam kesempatan tersebut, baik Orda Maluku dan Orda Sumba, meminta maaf kepada Pemkot Malang, Kepolisian, Masyarakat Kota Malang dan masyarakat Tlogomas pada khususnya.

Selain itu, kedua Orda sepakat mendukung aparat keamanan secara secara aktif, untuk mengungkap oknum-oknum yang terlibat. Selain itu kedua pihak siap bertanggung jawab segala upaya pemulihan keamanan dan kerusakan yang ditimbulkan akibat konflik di Tlogomas.

“Kami tegaskan, tidak ada kesepakatan damai karena kami tidak pernah berkonflik. Kami akan bantu polisi mengungkap oknum-oknum yang dianggap terlibat kerusuhan tersebut,” tambah Alvian.

Kesepakatan Orda Maluku dan Orda Sumba menjadi awal upaya damai untuk seluruh wilayah Malang.

Sabtu (31/5/2014) Polres Malang Kota akan mengundang 11 rektor yang kampusnya ada kelompok mahasiswa dari Indonesia timur dan Kalimantan.

Dalam kesempatan tersebut akan dibuat kesepakatan damai secara lebih luas. Konflik antara mahasiswa Sumba dan Ambon terjadi pada Senin (26/5/2014) malam.

Koflik berlanjut hingga Rabu (28/5/2014) malam. Satu orang terluka, dan tiga orang menjadi tersangka.

Polisi masih mengejar satu orang yang masih kabur.

Sumber: Surya
Tags:
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas