Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Makassar Antisipasi Kedatagan PSK Dolly

Pemerintah Kota (Pemkot) Makassa rsudah mencium kedatangan eks Dolly ke Kota Angin Mammiri.Makassarpun "siaga Dolly".

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Budi Prasetyo
zoom-in Makassar   Antisipasi Kedatagan PSK  Dolly
surya/ahmad Zaimul Haq
Pekerja Seks Komersial (PSK) Dolly berunjuk rasa menolak rencana penutupan lokalisasi Dolly Surabaya, Senin (19/5/2014). 

TRIBUNNEWS.COM.MAKASSAR -Pekerja seks komersia (PSK) dariSurabaya, Jawa Timur (Jatim), dikabarkan sudah menyeberang keMakassardan beberapa daerah lain di Sulsel.

 Sebagian PSK yang "nganggur" akibat penutupan Kawasan Gang Dolly di Surabaya diduga menjadikan Sulsel sebagai "lahan" baru.

Pemerintah Kota (Pemkot) Makassa rsudah mencium kedatangan eks Dolly ke Kota Angin Mammiri.Makassarpun "siaga Dolly". Satuan Polisi (Satpol) Pamong Praja (PP) dan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait diperintahkan mengantisipasi kedatangan eksodus Dolly.

 "Kami sudah menerima perintah dari pemkot untuk melakukan razia di tempat hiburan malam (THM) mengantisipasi eksodus Dolly," ujar Kepala Sub Bagian (Kasubag) Keuangan Satpol PP Makassar, Muh Iqbal Asnan SH, di Makassar, Selasa (24/6/2014) malam.

Dalam rentetan razia Satpol PP Makassar di sejumlah THM, ditemukan 25 PSK ber-kartu tanda penduduk (KTP) dari Pulau Jawa.

"Kami tidak bisa pastikan mereka eksodus Dolly karena tidak ada yang mengaku dari Gang Dolly. Tapi KTP mereka dari Jawa," kata Iqbal.

 Operasi "siaga Dolly" dilancarkanMakassarsejak awal pekan lalu.

Rekomendasi Untuk Anda

 Wakil Wali Kota Makassar Syamsu Rizal MI memimpin rapat koordinasi dengan SKPD di ruang kerjanya, lantai 11,  Balaikota Makassar, Jl Ahmad Yani,Makassar, Senin (23/6/2014).

 Rapat itu terkait penertiban PSK dan antisipasi "serangan eks Dolly"  jelang Bulan Suci Ramadan.

 Rapat dihadiri dinas tenaga kerja, dinas sosial, dinas kependudukan dan catatan sipil, Satpol PP, bagian pemerintahan, dinas pariwisata, serta  dan sejumlah camat terkait, seperti Camat Panakukang, Wajo, dan Ujung Pandang.

 "Perlu adanya antisipasi di awal terkait eks Dolly, adanya pekerja musiman, beberapa persoalan sosial, serta sarana penunjang di beberapa hotel menjelang Ramadan," kata Deng Ical, sapaan Syamsu Rizal.

 Kepala Dinas Tenaga Kerja dan UKM Kota Makassar, Andi Bukti Djufrie, mengatakan, pihaknya akan memberlakukan wajib lapor bagi perusahaan terkait ketenagakerjaan untuk antisipasi hal tersebut.

Sumber: Tribun Timur
Tags:
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas