Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Mahasiswa Unismuh Tewas Ditikam Orang yang Ditolong, Pacar Pingsan

Penyidik dari Mapolsekta Rappocini, baru memeriksa seorang saksi, di insiden pembunuhan Muhammad Ismunandar Ramli (20), di Jl Makkio Baji, Gunungsari

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sugiyarto
zoom-in Mahasiswa Unismuh Tewas Ditikam Orang yang Ditolong, Pacar Pingsan
tribun/theresia
ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR- Penyidik dari Mapolsekta Rappocini, baru memeriksa seorang saksi, di insiden pembunuhan Muhammad Ismunandar Ramli (20), di Jl Makkio Baji, Gunungsari, Makassar  

"Kasus masih dikembangkan. Yang melihat hanya satu orang. Namanya Saiful.  Itupun ia tak tahu pelakunya," kata Kapolsek Rappocini, Kompol Ade Hermanto, kepada Tribun, Kamis (27/6)

Almarhum Ismunandar, ditikam sejumlah pemuda yang dia tolong, Rabu (25/6) sore. Mahasiswa semester VI PGSD Unismuh ini, meninggal seteleh tim dokter RSI Faisal, tak bisa menahan kucuran darah dari tiga luka tikaman badik di dada, dan punggung.

Siang kemarin, almarhum dimakamkan di kampung ibunya, di Minasate'ne, Pangkep. Putra kedua dari 4 saudara ini adalah pasangan Haji Ramli (50), Kepsek SD Pulopandang, Pongtiku, Makassar. Ibunya, Aisyah (45), juga seorang guru SD di Bontoala.

Isya LD (19),  sempat pingsan saat melihat jenazah pacarnya disemayamkan. "Cepat sekali baru-ka kenal kurasa sama dia, na tinggalkan makaa," ujarnya dengan isak tangis, saya melayat Kamis (26/6) dini hari.

Isya bercerita, Selasa (25/6) malam, ia bertemu almarhum. Ia pamit ke rumah temannya dan pergi main Play Station sama sepupunya.
"Saya terakhir ketemu nabilang semua uneg-nya. Na suruhka shalat. Na ajakka solat berjamaah, baru pulang,"

Sudarmin, paman almarhum menyebut Nandar, termasuk, "anak sopan, suka menolong, dan tidak banyak bicara," katanya di rumah duka, Jl Langgau, Lorong 8 No 20, Bontoala, Makassar.

Rekomendasi Untuk Anda

Haji Nasir, kerabat dari pihak ibu, bercerita, Rabu (26/6) pagi, Nandar pamit kuliah.

Sanak tetangga datang memberikan belasungkawa kepada ibu almarhum. Kondisi rumah alrmahum terbilang sederhana. Rumah cat hijau terang. 

Pagar besi putih. Luas pekarangan rumah laiknya jalan setapak depan rumah. Hanya pas dilalui satu pete-pete.  Tenda plastik dipajang melintang di mulut lorong.(cr3/sar)

Sumber: Tribun Timur
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas