Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Di Mata Ayahnya Bharada Rizki Dikenal Manja dan Lucu.

"Saya rencananya mau pulang tanggal 10. Tapi dia memaksa tanggal 2 atau tanggal 3. Kalau pulang tanggal 10 nanti nggak bisa ketemu saya," kata Yudi

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Di Mata Ayahnya Bharada Rizki Dikenal Manja dan Lucu.
surya/Rahadian Bagus
Yudi Utomo (55) ayah Bharada Rizki Dwi Wicaksono (20) mendoakan anak bungsu kesayangannya TPU Desa Sentul, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan. Anaknya tewas akibat dikeroyok sepuluh orang tak dikenal, saat sedang perjalanan menuju bandara Soakerno-Hatta dengan Taksi, pada Selasa (1/7) dini hari 

TRIBUNNEWS.COM,PASURUAN - Hari Rabu (2/7) pagi itu mungkin menjadi hari yang bakal tidak akan terlupakan oleh Yudi Utomo (55).

Pagi itu, di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Sentul, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, anak bungsu kesayangannya Bharada Rizki Dwi Wicaksono (20) dimakamkan secara militer.

Kedua mata Yudi tampak berkaca-kaca saat mendengar suara tembakan salvo ditembakkan sejumlah anggota brimob ke atas udara.

Seolah tidak tega, Yudi memilih untuk menyaksikan dari kejauhan saat jenazah anaknya dimasukan ke dalam liang lahat.

Di mata Yudi, Rizki adalah anak yang manja dan lucu. Rizki yang sudah ia tinggal merantau ke Kalimantan sejak masih kecil, selalu mematuhi nasehatnya.

Rizki juga dikenal suka bergaul dan mempunyai banyak teman.

"Kalau saya telpon dia selalu bilang siyap ndan, siyap ndan, sambil bergurau. Saya selalu menasehati, hati-hati kalau kerja jauh dari rumah. Orang bisa selamat itu dari menjaga mulut dan sikapnya. Siyap ndan-siyap ndan, kata dia," terangnya, saat ditemui di pemakaman.

Rekomendasi Untuk Anda

Ayah dua orang anak ini menuturkan, sebelum peristiwa nahas itu, Rizki sempat menelponnya dan mengabari jika dirinya telah mendapatkan cuti satu minggu.

Saat itu, lanjutnya, Rizki memaksa agar ia dan istrinya Riana (46) agar lekas pulang ke Pasuruan, supaya dapat bertemu dengan dirinya.

"Saya rencananya mau pulang tanggal 10. Tapi dia memaksa tanggal 2 atau tanggal 3. Kalau pulang tanggal 10 nanti nggak bisa ketemu saya," kata Yudi menirukan ucapan anaknya saat itu.

Sumber: Surya
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas